Mitos Kutukan Hantu Bagi Masyarakat Jepang

Cerita Hantu Jepang – Mitos-mitos unik mengenai hantu tentunya banyak terdapat di sebagian besar negara, Jepang menjadi salah satu negara yang memiliki mitos cukup banyak tentang mahkluk tak kasat mata ini. Salah satu yang mungkin juga dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia merupakan mitos tanda hantu pada bagian tubuh seseorang, mungkin mitos ini lebih dikenal oleh generasi-generasi 90an di Indonesia karena mitos ini sudah jarang dibicarakan pada saat ini. Namun sebenarnya mitos ini juga ada di Jepang dan bahkan disana mitos ini masih terus populer hingga saat ini.

Simak Juga : Kokokei Sebuah Lokasi Wisata Yang Sekarang Menjadi Berhantu

Mitos Kutukan Hantu Bagi Masyarakat JepangDi Aichi, Jepang, ada banyak laporan tentang orang-orang yang menderita dari gejala ‘Tanda Kutukan Hantu’ atau dalam bahasa inggrisnya disebut Ghost Spot Curses. Sementara beberapa jenis hantu dipercaya mengutuk korbannya dengan rasa sakit, ketakutan, dan bahkan kematian, juga banyak cerita rakyat yang beredar bahwa mengunjungi tempat-tempat berhantu dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, masalah material, atau orang tersebut akan bertemu dengan orang yang tidak diinginkan.

Berikut ini beberapa gejala yang dirasakan bila mendapatkan tanda kutukan pada beberapa tempat yang dikunjungi di Jepang.

Pemakaman
– Perasaan menjadi emosional dan ditambah pikiran negatif tentang depresi, sedih, serta cemas
– Punggung dan pergelangan tangan terasa nyeri, dikatakan terjadi karena hantu memegang bagian tersebut

Kuil
– Gejala seperti skizofrenia seperti mendengarkan suara-suara bisikan tak jelas, melihat sesuatu yang hitam berlama-lama di sudut penglihatan, sulit untuk berkonsentrasi.
– Kehilangan uang atau pendapatan, terkena masalah finansial.

Rumah berhantu
– Terus merasa diawasi meski telah meninggalkan lokasi tersebut
– Kesadaran yang berlebihan terhadap barang-barang elektronik terutama gadget yang memiliki layar, mendengar suara berdengung secara terus menerus, merasa terbebani saat menyentuh sesuatu yang merupakan barang elektronik
– Perilaku menjadi antisosial

Alam Liar
– Mengalami sakit
– Kerusakan pada benda-benda sekitar terutama yang berteknologi.
– Terjadi malfungsi pada beberapa bagian tubuh seperti hidung berdarah, perut mulas terus menerus, keguguran dan semacamnya.
– Kejadian-kejadian tak normal seperti penampakan wajah pada objek-objek tertentu atau makanan yang akan disantap dipenuhi serangga.

Terowongan berhantu
– Sama seperti beberapa gejala hantu sebelumnya diatas.
– Mimpi buruk seperti dikejar-kejar sesuatu dari belakang.

Tempat Umum
– Adanya barang-barang di rumah yang dipindahkan, diganti, atau hilang secara misterius.
– pintu atau jendela sering terbuka sendiri meskipun sudah dikunci.
– goresan-goresan pada bagian tubuh.
– Merasa seperti disentuh sesuatu ketika tidur.
– Melihat bayang-bayang tak jelas ketika gelap.

Mitos Kutukan Hantu Bagi Masyarakat JepangMenurut ahlinya gejala-gejala sebagian besar bersifa psikologis sehingga memang sulit untuk dipercaya oleh orang lain yang tidak mengalaminya. Berikut ini dibawah sebuah cara-cara untuk menghentikan atau mencegah kutukan tersebut oleh masyarakat Jepang.

  • menaburkan garam pada pintu-pintur rumah terutama pintu masuk.
  • menyelimuti tubuh dengan asap dari dupa suci yang dibakar.
  • mantra dan doa dari seorang biksu atau pendeta
  • penggunaan jimat pelindung dari kuil
  • melakukan perbuatan baik untuk setiap gejala yang dialami
  • Membersihkan tubuh dengan makanan hambar seperti lobak rebus dengan nasi putih.

Itulah mitos-mitos dan juga cara-cara masyarakat Jepang dalam menanggapinya.