Seni Budaya Jepang – Fukubukuro (ç¦è¢‹) yang artinya tas keberuntungan atau tas misterius adalah sebuah tradisi kebiasaan masyarakat Jepang dalam merayakan sebuah Tahun Baru, sebenarnya ini menjadi salah satu tekniks bisnis penjualan dimana para pedangang atau toko-toko akan menawarkan sejumlah tas-tas yang didalamnya terdapat sebuah barang dan dijual dengan diskon besar, biasanya merupakan diskon sebesar 50% atau bahkan lebih dari harga normal dari barang yang ada didalam tas tersebut. Harga murah tentu untuk menarik para pengunjung untuk berbelanja pada toko-toko selama tahun baru berlangsung.

Simak Juga : Tradisi Omakase Dalam Kuliner Jepang
Istilahnya terbentuk dari fuku Jepang (ç¦, yang memiliki arti “keberuntungan”) dan fukuro (袋, yang berarti “tas”). Perubahan fukuro menjadi bukuro adalah fenomena yang dikenal dengan Rendaku. Fuku berasal dari bahasa Jepang yang mengatakan bahwa ada sebuah keberuntungan dalam sebuah sisa (残り物ã«ã¯ç¦ãŒã‚ã‚‹). Toko-toko populer biasanya langsung dengan cepat didatangi oleh para pembeli ketika tahun baru, dan tak jarang bila toko-toko populer akan mendapatkan antrian yang panjang sehari sebelum menjelang tahun baru.


Dalam tradisi Fukubukuro juga menjadi cara mudah bagi toko untuk menghabiskan barang dagangan yang berlebihan dan yang tidak diinginkan dari tahun sebelumnya, hal ini juga diperkuat dengan adanya takhayul Jepang yang meyakini bahwa seseorang tidak boleh memulai tahun baru dengan barang-barang yang tidak diinginkan pada tahun sebelumnya. Saat ini tradisi Fukubukuro sering dianggap sebagai perayaan tahun baru yang mewah dan terlalu membuang banyak uang.

Tidak sulit untuk menemukan toko-toko yang menyediakan Fukubukuro pada saat tahun baru di Jepang, mulai dari toko-toko permen sampai toko-toko mewah seperti perhiasan juga melakukan ini di Jepang pada tahun baru. Namun Fukubukuro sangat umum ditemukan pada toko-toko pakaian, Selain itu terdapat sebuah tradisi unik dalam menanggapi Fukubukuro dimana bila seseorang mendapatkan barang yang tidak sesuai dengan harapannya dalam Fukubukuro maka mereka akan menyebutnya Utsubukuro atau bisa diartiken menjadi tas menyedihkan, pada baru-baru ini banyak toko yang menyediakan tas Fukubukuro dengan bahan tembus pandang sehingga para pembeli bisa melihat isi dalamnya, namun hal ini sangat dikritik karena menghilangkan sebuah tradisi keberuntungan, karena tentunya tidak ada unsur keberuntungan lagi bila seseorang bisa melihat isinya.
One Comment