Sosok 4 Dewa Penjaga Arah Dalam Agama Buddha Jepang

Seni Budaya Jepang – Seperti yang telah sering dibahas sebelumnya bila Jepang memiliki banyak sekali legenda-legenda mitos yang terkenal hingga saat ini dan tentunya sangat dihormati oleh para masyarakatnya, tingginya rasa hormat terhadap leluhur dan budaya lokal membuat Jepang tumbuh menjadi sebuah negara yang kaya akan seni budaya, tak heran bila sekarang negara Jepang selain sukses dalam bidang teknologi dan industri juga sukses dalam bidang pariwisata karena kebudayaannya sangat terjaga dan dilestarikan.

Kali ini Artforia akan menceritakan tentang Shitenno yang merupakan sosok Empat Raja Surgawi didalam agama buddha,mereka juga bisa dikatakan sebagai penjaga kuil Buddha di Jepang. Terdapat 4 dewa dan sosoknya sering dikaitkan dengan arah, musim, kebajikan dan elemen. Dalam banyak cerita, patung Shitenno selalu digambarkan sedang menginjak iblis yang mewakili kejahatan. Dikatakan oleh beberapa sumber bila Shitenno adalah dewa Hindu yang telah dipinjam oleh Buddhisme sebagai pelindung. Mereka ditempatkan di masing-masing arah untuk melindungi Buddha dan kuil.

Simak Juga : Sosok Shisa Yang Menjadi Ciri Khas Pulau Okinawa

artforia.com1. Jikokuten
Dewa penjaga arah Timur. Dipercaya memiliki kekuatan musim semi dan air. Jikokuten digambarkan membawa sebilah pedang dan tongkat. Namun terkadang digambarkan dengan muka yang marah sambil bermain alat musik kecapi Jepang. Seperti halnya dengan semua Shitenno, dia digambarkan memakai baju besi dengan tampang garang di wajahnya.

2. Zochoten
Dewa penjaga arah Selatan. Dipercaya dengan kemakmuran, musim panas dan api. Zochoten sering digambarkan memegang senjata tombak dengan letak tangan kirinya di pinggul.

3. Komokuten
Dewa penjaga arah Barat. Dipercaya memiliki kekuatan kesadaran, musim gugur and besi. Memiliki ketiga mata yang dipercaya dapat melihat iblis dan kejahatan. Komokuten sering digambarkan memegang kuas kecil untuk menulis di tangan kanannya dan sebuah gulungan di sebelah kirinya.

4. Tamonten
Dewa penjaga arah Utara. Dipercaya memiliki kekuatan kekayaan, musim dingin dan tanah. Sosok dewa Tamonten dianggap selalu tahu segalanya dan selalu mendengarkan. Dia juga kadang dikenal sebagai Dewa Perang. Mulutnya selalu tertutup karena nafasnya adalah senjata mematikan. Tamonten biasanya digambarkan memegang stupa. Diantara ke empat dewa penjaga arah ini bisa dikatakan sosok Tamonten lah yang paling terkenal karena selain menjadi 4 dewa penjaga arah Tamonten juga dikenal dengan sebutan Bishamon yaitu dewa perang. Bishamon adalah dewa pejuang Buddha Jepang dan penguasa kekayaan dan harta karun. Dia juga dikenal sebagai Bishamonten. Dia adalah dewa yang sangat galak dan teguh yang dipandang sebagai pelindung agama Buddha.

Itulah ke 5 sosok dewa penjaga arah dalam agama buddha di Jepang yang sebenarnya juga diyakini oleh agama buddha dinegara lain.