Kasus Pembunuhan Kejam Abegg Murder Di Taman Odaka

Cerita Horror Jepang – Dari perspektif dunia, negara Jepang memang sebuah negara yang aman untuk tinggal karena tingkat kriminalitasnya yang rendah dan budayanya yang sopan serta kerendahan hati dan rasa hormat yang tinggi terhadap sesama. Namun dibalik semua itu, Jepang juga memiliki catatan sejarah yang kelam untuk sebuah kejadian kekerasan ekstrem dan tidak berperikemanusiaan yang luar biasa, salah satunya insiden semacam itu adalah ‘Pembunuhan Abegg’ (juga dikenal sebagai ‘Pembunuhan Taman Suci Odaka’).

Kasus Pembunuhan Kejam Abegg Murder Di Taman OdakaPeristiwa pembunuhan Abegg adalah kejahatan yang mengerikan yang menyebabkan syok di seluruh negeri karena rincian degradasi psikologis, penyiksaan, dan barbarisme yang dilakukan sang pelaku kepada korbannya. Tentu kejadian ini dilabeli sebagai noda gelap dalam sejarah Nagoya,

Taman Odaka, Midori Ward
23 Februari 1988

(Warning : Tema mengandung pembunuhan, kekerasan dan tindak kejahatan)

Pasangan muda sekitar umur belasan atau dua puluhan tahunan pergi berkencan, mereka duduk di dalam mobil di sekitar Taman Odaka, namun terdapat dua mobil yang diparkir di belakang mereka seperti mencegah mereka untuk pergi. Sekelompok orang dewasa dan juga remaja muncul dari mobil tersebut dengan senjata seperti pedang kayu dan tongkat besi dan langsung memecahkan kaca, lampu mobil pasangan tersebut.

Simak Juga : Misteri Pembunuhan Wanita Hamil Di Nagoya

Kasus Pembunuhan Kejam Abegg Murder Di Taman OdakaSetelah menghancurkan mobil korban, para pelaku menarik korban laki-laki keluar dari kendaraan dan dipukul dengan pedang kayu. Korban wanita juga kemudian ditarik dari mobil dan disuruh melepas pakaiannya dengan berkata (“裸 に な れ”). Begitu melepas pakaiannya sang wanita ditikam oleh pedang kayu dan kemudian diseret ke semak-semak sekitar yang berlanjut sebuah tindakan pemerkosaan oleh kelompok penyerang tersebut. Berbagai kekerasan terus berlanjut menimpa kedua pasangan tersebut.

Para anggota penyerang ternyata tidak hanya pria namun juga ada anggota perempuan yang sibuk mencuri barang korban didalam mobil termasuk uang dan barang-barang lainnya. Ketika korban perempuan dibawa kembali ke tempat parkir, dia memohon ampun kepada para penyerang tersebut namun tentunya hal tersebut sangat sia-sia dan malah mendapat caci makian dari para kelompok penjahat ini.

Sekitar pukul enam pagi, korban perempuan diberi tahu mereka tidak akan melepaskannya karena akan repot bila sampai melapor pihak kepolisian, kemudian para pelaku membawa kedua pasangan tersebut dengan mobil mereka menunju taman pemakaman utsuka di Nagakute. Setelah perjalanan menuju makam para pelaku bertindak lebih kejam dengan mengikat lehar korban laki-laki dengan sebuah tali dan kemudian para pelaku bermain tarik tambah sehingga si korban kehabisan nafas lalu meninggal, para pelaku kemudian memindahkan tubuhnya ke bagasi mobil sebelum berkendara ke Dermaga Nagoya.

Menurut rekam jejak korban perempuan sempat mencoba bunuh diri dengan berlari dari mobil dan melompat ke laut, tapi dia tertangkap dan diseret kembali oleh para pelaku ke kedalam mobil dan membawanya kesebuah apartemen yang kemudian berlanjut kekerasan seksual disana. Setelah beberapa saat sisa-sisa kendaraan korban di Taman Odaka akhirnya ditemukan oleh polisi dan kemudian pihak polisi dapat mengidentifikasi korban melalui laporan orang hilang, dan sebuah pencarian pun dimulai.

Pada tanggal 25 Februari sekitar pukul dua dini hari, tubuh korban laki-laki dan korban perempuan dibawa ke Desa Oyamada di prefektur Mie. Penyerang menggali lubang, membuang tubuh korban laki-laki yang sudah tidak bernyawa tersebut, dan kemudian membunuh korban perempuan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan ke korban laki-laki. Diperkirakan bahwa para pelaku melakukan lebih kejam dan lama dalam membunuh si korban wanita tersebut, sambil mengeluarkan kata-kata ejekan mereka terus menarik tali pada leher korban hingga akhirnya meninggal.

Catatan kriminal menyatakan bila pihak penyerang atau pelaku berhasil ditangkap pada tanggal 27 Februari. Kasus ini tentu dimasukan dalam kategori mengerikan, tidak manusiawi, dan brutal, ditambah semakin parah karena banyak dari pihak pelaku adalah remaja yang tergabung dalam sebuah kelompok geng. Setelah diselidiki dan melewati introgasi, dikonfirmasi bahwa kelompok penyerang telah menyerang dua pasangan lainnya pada hari yang sama di Taman Odaka tersebut.

Pada saat itu pihak pengadilan menjatuhkan hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup kepada para pelaku namun karena para pelaku rata-rata dibawah umur cukup sulit untuk menetapkan hukum dewasa sebagaimana yang telah tertera pada undang-undang hukum dalam negara Jepang, tetapi tentunya semua pelaku tetap mendekam di penjara namun tidak ada kepastian penuh bila salah satu penyerang telah dieksekusi mati atau belum di bawah hukum Jepang sampai saat ini.