Tradisi Senam Pagi Jepang Yang Bernama Rajio Taiso

Tradisi Budaya Jepang – Seperti fenomena bersejarah lainnya, Rajio Taiso merupakan sebuah fenomena yang populer namun telah berakhir sebagai budaya nostalgia saat ini,  Radio Calisthenics (ラジオ体操 Rajio Taisō) adalah sebuah program senam radio nasional Jepang NHK yang mulai dipraktikkan sejak tahun 1928, Setiap pagi pukul 18.30 ~ 6:40 dan 8:40 ~ 8:50 orang di seantero negeri melakukan rutin berolahraga bersama. Latihan Rajio taiso baru berubah beberapa kali dalam 85 tahun terakhir. Musiknya selalu sama juga. Ini adalah sebuah rutintitas pagi yang sangat biasa di Jepang dan sangat sering dilakukan terkecuali terjadi sesuatu hal yang lebih penting.

Tradisi Senam Pagi Jepang Yang Bernama Rajio TaisoProgram kalisten radio pertama disponsori oleh Metropolitan Life Insurance Company di Amerika Serikat pada tahun 1922. Di AS, program ini tidak pernah menjadi sangat populer dan memudar dalam beberapa tahun. Namun sangat berbeda di negara Jepang. Siaran pertama Rajio Taiso ini untuk memperingati penobatan Kaisar Hirohito, yang bergelar Kaisar Showa. Saat ini, 20 persen populasi Jepang, atau sekitar 27 juta orang dan 76.4 persen sekolah dasar, masih mempraktikkan rajio taisō, berdasarkan Federasi Senam Radio Nasional Jepang.

Simak Juga : Mengenal Go Sebuah Permainan Catur Tradisional Jepang

Tradisi Senam Pagi Jepang Yang Bernama Rajio TaisoPada saat itu, Jepang memiliki pemerintahan militer ekspansionis yang tertarik untuk membangun persahabatan dan kebugaran fisik di seluruh populasi. Baru 3 tahun berjalan pada tahun 1925, polisi diberi wewenang untuk menangkap orang karena “pikiran salah” (Peace Preservation Law). Ketika itu aktivitas ini bisa dikatakan sangat wajib terutama ketika periode Perang Dunia II dimana hampir semua orang di negara Jepang melakukan aktivitas Rajio Taiso 10 menit secara serentak setiap pagi.

Setelah Perang Dunia II, pemerintahan Jepang melarang radio taiso. Karena terlalu berkesan militer. Jepang memperoleh kemerdekaannya lagi dengan San Fancisco Peace Treaty pada tahun 1951. Salah satu hal pertama yang dilakukan pemerintah baru adalah dengan mendirikan kembali Rajio Taiso, namun musiknya diperbaharui dan latihannya dimodernisasi. Selain itu teknologi televisi sedang populer mengalahkan radio sehingga membuat aktivitas Rajio Taiso sekali lagi meledak secara populer melalui siaran televisi.

Pada jaman modern saat ini cukup banyak perusahaan dan sekolah di seantero Jepang menjadikannya bagian dari rutinitas pagi mereka. Para pekerja pabrik dan kantor sama-sama diminta untuk datang lebih awal untuk melakukan Rajio Taiso bersama, pada 1980-an, (ketika kekuatan ekonomi Jepang memuncak) terdapat beberapa photo yang memperlihatkan para pekerja Jepang yang berseragam rapih secara banyak melakukan Rajio Taiso memperlihatkan betapa sengitnya persaingan bisnis di Jepang ketika itu.

Hingga saat ini memang masih banyak perusahaan Jepang sekolah tua masih mewajibkan para pekerja untuk melakukan radio taiso di pagi hari. Namun, ini jauh lebih jarang terjadi daripada sebelumnya. Untuk sebagian besar, rajio taiso telah menjadi rutinitas untuk para orang lanjut usia dan anak-anak. Masih umum bagi anak-anak sekolah untuk melakukannya sebagai bagian dari aktivitas fisik. Banyak anak-anak Jepang tidak tahu apa itu radio jika bukan karena adanya rajio taiso. Tradisi ini juga sangat cocok dengan julukan negara Jepang yang disebut negara matahari terbit karena setiap pagi masyarakatnya melakukan senam sambil menyambut matahari terbit.