Tradisi Jepang | ARTFORIA

Tradisi Jepang

artforia.com

Tradisi Memasang Teru Teru Bozu Untuk Memohon Cuaca Cerah

Tradisi Budaya Jepang – Mungkin bila anda pernah berlibur ke Jepang terutama melewati rumah-rumah masyarakat Jepang pada musim hujan anda akan sering melihat sebuah boneka kecil berwarna putih yang digantungkan di jendela-jendela rumah tersebut, namanya adalah boneka Teru-Teru Bozu yang merupakan sebuah boneka penangkal cuaca buruk menurut tradisi budaya masyarakat Jepang sejak dahulu. Boneka-boneka ini sering salah dimengerti oleh para wisatawan atau anak kecil yang menyebutnya boneka hantu yang dibuat pada hari Halloween.

Simak Juga : Olahraga Baseball Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang

artforia.comTeru Teru Bozu adalah boneka menyerupai hantu kecil yang digantung pada jendela-jendela rumah dengan cara mengikat lehernya, mereka dianggap dapat memberikan cuaca baik. Tradisi dimulai di kalangan petani selama era Edo. Istilah Teru Teru Bozu dapat diterjemahkan secara harfiah “bersinar, biksu yang bersinar.” Bozu adalah bahasa gaul Jepang untuk biksu Buddha yang merujuk ke kepala mereka yang tidak memiliki rambut. Meskipun Teru Teru Bozu terlihat seperti hantu bagi pengamat modern terutama bagi orang barat namun mereka tampak seperti biksu yang berkilau untuk orang-orang di era Edo.

Teru Teru Bozu sangat mudah dibuat dan biasanya dibuat oleh anak-anak dari kain putih atau kertas. Mereka bisa digantung terbalik untuk mendatangkan hujan. Dulu, mereka digantung tanpa mata dan mata akan diberikan jika harapan cuaca telah terwujud.

artforia.com

artforia.com

Cara Simpel Membuat Koinobori

DIY&Craft – Koinobori (鯉 の ぼ り) adalah sebuah bendera berbentuk ikan koi yang secara tradisional dipasang berbentuk ikan mas yang secara tradisional dipasang untuk merayakan Tango No Sekku (端午 の 節 句), bendera ini dilakukan oleh sejumlah keluarga yang memiliki anak laki-laki, Orang tua yang memiliki anak laki-laki mengibarkan koinobori hingga hari Tango no Sekku untuk mendoakan agar anak laki-lakinya menjadi orang dewasa yang sukses. Setelah Jepang memakai kalender Gregorian, koinobori dikibarkan hingga Hari Anak-anak (5 Mei). Koinobori yang tertiup angin telah menjadi simbol perayaan Hari Anak-anak. Kalau zaman dulu koinobori berkibar di tengah musim hujan, koinobori biasanya sekarang mengingatkan orang Jepang tentang langit biru yang cerah di akhir musim semi. Kali ini Artforia ingin memberikan sebuah panduan dalam membuat Koinobori dengan mudah.

Simak Juga : Mengenal Dan Membuat Lukisan Sumi-E Jepang

artforia.comBerikut langkah-langkah dalam membuatnya.

1. Dalam 3-4 warna, potong beberapa lingkaran kertas tisu, berdiameter sekitar 1,5 inci, lalu potong keduanya menjadi setengah lingkaran. Letakkan potongan pita dua sisi di bagian bawah gulungan Anda. Mulai letakkan ujung lurus masing-masing lingkaran setengah pada pita sisi ganda, tumpang tindih sedikit sehingga tidak ada pertunjukan gulung di bawahnya. Pastikan ujung lengkung lingkaran setengah menggantung dari gulungan sehingga tidak terpasang. Ujung ini akan menjadi ekor ikan. Lengkapi sepanjang jalan.

2. Tinggalkan celah 5cm dan letakkan potongan pita double sided lainnya di seputar gulungan, ulangi dengan lingkaran setengah. Tata warna tidak terlalu penting, lakukan saja apa yang menurut Anda bagus. Anda harus tumpang tindih dengan sedikit yang adil dan tidak semua ujungnya akan direkam. Tinggalkan mereka. Lapisan berikutnya harus menutupi mereka.

3. Ulangi sampai ke puncak, pastikan Anda menyelesaikan rekaman dan setengah lingkaran di bagian atas gulungan. Ini adalah kepala. Pada titik ini, jika ada setengah lingkaran yang masih menempel, gunakan pita dua sisi untuk menempelkannya.

artforia.com4. Potong lingkaran dengan kertas putih (berdiameter sekitar 1 inci) lalu gunakan spidol hitam untuk menggambar lingkaran besar di dalam mata. Gunakan double sided tape untuk menempel di sisi kepala.

5. Potong potongan kertas tisu menggunakan warna yang sama dengan lingkaran setengah Anda. Di ujung ekor, dengan hati-hati letakkan selembar pita double sided di bagian dalam gulungan. Satu per satu, tempelkan selembar kertas tisu ke kaset itu, terus sampai bersih sampai tertutup.

6. Potong ujung apapun jika perlu sehingga panjangnya sama. Ulangi langkah 1-6 untuk membuat dua ikan mas lagi.

artforia.com7. Potong tiga potong benang sekitar 7 inci panjangnya. Double simpul masing-masing ke dowel Anda, pastikan ujungnya rata.

8. Di sisi kepala, letakkan selembar pita double sided di dalam gulungan, di depan mata. Mulailah dengan benang tersampir atas dowel dan kencangkan ujung yang longgar ke kaset di dalam gulungan. Jika Anda berencana mengayunkan koinobori ini ke sekitar, gunakan lem panas sebagai gantinya, atau letakkan selotip lain di atas benang itu.

9. Ulangi di sisi berlawanan, tepat di belakang mata. Ulangi untuk kedua ikan mas berikutnya.

artforia.com

 

artforia.com

Kotatsu Sebuah Penghangat Tradisional Jepang Yang Populer Hingga Saat Ini

Tradisi Budaya Jepang – Setelah sebelumnya pernah membahas soal Tatami kini artforia akan membahas sebuah Kotatsu yang sama seperti Tatami dimana Kotetsu adalah sebuah bagian penting dari sebuah rumah bagi masyarakat Jepang, penjelasan mudahnya adalah Kotatsu merupakan sebuah meja dengan memiliki ruang kosong dibawahnya dan terdapat pemanas serta selimut yang terpasang di dalamnya. Mereka adalah metode tradisional untuk menjaga agar tubuh tetap hangat terutama ketika musim dingin, Kotetsu menjadi cepat populer karena sistem penghangat seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jepang ketika menempum musim dingin. Memiliki kotatsu cenderung akan mengubah gaya hidup seseorang karena mereka mendorong setiap orang untuk duduk berdekatan di meja agar tetap hangat, alat ini memiliki nuansa sosial yang besar.

Simak Juga : Arti Sebuah Tatami Bagi Masyarakat Jepang

artforia.comartforia.comMenurut catatan sejarah bila kotatsu dimulai pada era Muromachi selama abad ke-14. Asal-usulnya dimulai dengan perapian memasak Jepang, yang dikenal dengan nama irori. Arang adalah metode utama memasak dan memanaskan secara tradisional di Jepang. Kala itu pada abad keempat belas di Jepang, sebuah alat tempat duduk diperkenalkan ke irori dan fungsi memasaknya dihilangkan dan digantikan oleh alat duduk tersebut. Di atas papan kayu, sebuah selimut yang disebut Oki ditempatkan sehingga menutup keluarnya hawa panas dari irori. Produk awal kotatsu disebut hori-gotatsu. Kata hori-gotatsu (掘 り 炬 燵) berasal dari kanji 掘 り (hori) yang berarti parit, penggalian, 炬 (ko) yang berarti obor atau api, dan 燵 (tatsu) yang berarti penghangat kaki.

Pembentukan hori-gotatsu sedikit berubah pada Periode Edo selama abad ketujuhbelas. Perubahan ini terdiri dari lantai di sekitar irori yang digali ke tanah dalam bentuk persegi. Papan kayu ditempatkan di sekitarnya dan lalu membuat perapian lalu kemudian ditambahkan selimut pada pinggiran meja kayu tersebut, di mana seseorang bisa duduk dengan kaki di bawahnya untuk tetap hangat.

artforia.comartforia.comSetelah melewati beberapa periode akhirnya Kotetsu juga mulai berkembang dan muncul sebuah kotetsu yang bisa dipindahkan atau disebutnya portable, berawal dari konsep hori-gotatsu. Kotatsu ini datang dengan penggunaan anyaman tatami di rumah Jepang. Alih-alih menempatkan arang di irori, mereka ditempatkan di pot tanah liat yang diletakkan di tatami sehingga kotatsu diangkut. Gaya kotatsu yang lebih modern ini dikenal dengan nama oki-gotatsu. Kata oki-gotatsu (置 き 炬 燵). Pada saat ini tentunya penghangat dari arang digantikan dengan listrik sebagai sumber pemanas.

artforia.com

Mengenal Lebih Dalam Tentang Kimono Pakaian Tradisional Jepang

Tradisi Budaya Jepang – Siapa yang tidak mengenal pakaian Kimono? pada saat ini ketenaran pakaian Kimono telah sangat mendunia sama seperti batik Indonesia, namun pakaian kimono bukanlah sebuah goresan pola seperti sebuah batik pada sebuah bahan pakaian namun kimono juga mencakup bentuk dari baju itu sendiri. Kimono (着 物, き も の) adalah pakaian tradisional Jepang yang telah tercipta sejak dahulu, kata “kimono” yang memiliki arti “benda untuk dipakai, bentuk dari baju kimono ini memang sungguh unik dan berciri khas serta biasanya baju kimono digunakan untuk acara-acara tertentu pada saat ini.

Simak Juga : Mengenal Tradisi Pesta Hanami Dibawah Indahnya Bunga Sakura

artforia.comSejarah baju tradisional Jepang ini memang sudah sangat panjang, secara tampilan kimono memiliki bentuk seperti huruf T dan berjajar lurus sehingga ujungnya jatuh ke pergelangan kaki, dengan kerah dan lengan panjang yang lebar. Kimono dililitkan di sekitar tubuh dan selalu dengan sisi kiri yang diatas sisi kanan terkecuali saat dipakaikan kepada orang mati untuk dimakamkan.  Pada bagian tengahnya kimono diikat dengan sebuah ikat pinggang yang disebut Obi, yang diikat di bagian belakang. Kimono umumnya dipadukan dengan sepatu tradisional (terutama zōri atau geta) dan kaus kaki terbelah (tabi).

Saat ini, kimono paling sering dipakai wanita, terutama pada acara-acara khusus. Secara tradisional, wanita yang belum menikah memakai gaya kimono yang disebut furisode, dengan lengan yang hampir melengkung. Kini hanya beberapa wanita berumur dan para pria yang menggunakan kimono pada setiap hari. Pria memakai kimono paling sering pada saat pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara lainnya yang sangat khusus atau sangat formal. Pegulat sumo profesional juga sering terlihat menggunakan sebuah kimono karena mereka diharuskan mengenakan pakaian tradisional Jepang setiap saat tampil di depan umum.

artforia.comartforia.comKimono adalah jenis pakaian yang berbahan dasar sutra dan dipadukan dengan beberapa aksesoris khusus, Kimono sendiri memiliki harga yang cukup mahal jika dibandingkan pakaian-pakaian lainnya, membeli atau memakai sebuah kimono memang bukan sebuah tugas yang mudah. Perlu anda ketahui bila Kimono memiliki berbagai macam variasi kegunaannya masing-masing dengan makna simbolis dan konvensi yang berbeda-beda. Untuk memakai Kimono memang dibutuhkan keterampilan dahulu karena tidak seperti menggunakan pakaian biasa.

16 Alasan Orang Jepang dalam menggunakan Kimono.

  1. Geisha
  2. Pegulat Sumo
  3. Tampil dalam sebuah pentas seni tradisional
  4. Pada sebuah Matsuri (festival Jepang)
  5. Hanami (pesta dibawah bunga sakura yang pernah dibahas sebelumnya)
  6. Ikebana (kerajinan menghias kumpulan bunga)
  7. Upacara minum teh
  8. Beberapa Restoran Tradisional
  9. Pegawai Ryokan (Penginapan tradisional Jepang)
  10. Pegawai Toko (biasanya sejumlah toko para pegawainya menggunakan kimono agar terlihat formal)
  11. Kyudo (seni bela diri Jepang memanah)
  12. Acara pemakaman
  13. Tamu Pernikahan
  14. Groom (Budaya pernikahan agama Shinto)
  15. Acara kelulusan
  16. Shicigosan
artforia.com

Tradisi Melempar Garam Dalam Olahraga Sumo

Tradisi Budaya Jepang – Ada pasti sudah tahu tentang olahraga Sumo yang merupakan olahraga asli negara Jepang ini kan, tetapi tentu ada beberapa hal yang belum anda ketahui sepenuhnya tentang olahraga gulat ala Jepang ini, seperti salah satunya adalah tradisi melempar garam oleh para atlit Sumo sebelum pertandingan berlangsung, nah Artforia akan membicarakan tentang tradisi ini sekaligus menjelaskan sedikit tentang olahraga Sumo!.

Simak Juga : Pembuatan Tradisional Kue Mochi Jepang

artforia.comTradisi melempar garam ini dipercaya oleh para pegulat Sumo untuk mensucikan ring pertandingan yang berbentuk bulat tersebut, beberapa atlit Sumo terkadang pandai dalam membuat pertunjukan dari tradisi ini dengan dramatis mereka masuk ke arena pertandingan dan melempar garam ke udara. Tradisi ini memang sama seperti ritual Harae yang digunakan untuk memurnikan kuil-kuil Shinto di Jepang. Meski sering diterjemahkan “pemurnian”, Harae benar-benar sebuah eksorsisme yang dipercaya mengusir roh jahat. Bahkan tradisi melempar garam juga sering dilakukan warga Jepang ketika pulang dari sebuah pemakaman dimana sebelum mereka memasuki rumah mereka akan menaburkan garam ketubuhnya atau dilemparkan oleh anggota keluarga yang menunggu dirumah.

Sumo (相撲 sumō) adalah olahraga gulat yang memiliki peraturan cukup ketat dimana masing-masing pegulat memaksa pegulat lain keluar dari arena pertandingan yang berbentuk bulat dengan beberapa cara, bila salah satu pegulat menyentuh tanah diluar arena pertandingan dengan salah satu bagian tubuhnya maka pegulat tersebut dinyatakan kalah, berbagai cara dan teknik banyak dilakukan oleh para pegulat Sumo untuk mengeluarkan lawannya seperti mengangkat, menghindar dan semacamnya. Para pegulat profesional Sumo memiliki gaji yang cukup fantastis loh dari mulai juara bertahan yang gajinya kira-kira 300jt sampai yang paling rendah adalah 100jt rupiah.

artforia.comOlahraga ini memang murni berasal dari Jepang dan telah dilakukan sejak dulu, di Jepang olahraga ini sudah memasuki ajang olahraga profesional sama seperti tinju bila dinegara bagian barat, Sumo juga termasuk salah satu jenis teknik dari Gendai Budo (salah satu seni bela diri Jepang) namun masih banyak masyarakat yang meragukannya karena olahraga memiliki sejarah yang terbentang selama berabad-abad. Sebagian besar pegulat sumo diharuskan tinggal di tempat pelatihan umum sumo, yang dikenal di Jepang sebagai Heya, disana kehidupan sehari-hari mereka sangat ketat dari mulai makanan sampai pakaian diatur dengan adat yang ketat.

Saat ini telah cukup banyak kelas kursus-kursus olahraga Sumo pada negara luar dan juga telah ada beberapa atlit Sumo dari luar Jepang yang telah mengikuti beberapa kompetisi profesional, meskipun olahraga ini pernah mengalami penurunan pamor pada tahun 2008 sampai 2011 namun telah kembali meningkat dan semakin populer pada akhir-akhir ini.

artforia.com

Membakar Gunung Dalam Festival Yamayaki

Tradisi Budaya Jepang – Bila anda berkunjung ke Jepang pada sekitar akhir bulan January maka anda akan menemukan sebuah festival yang menarik yaitu fesitaval Yamayaki yang akan diadakan pada daerah Nara tepatnya pada gunung Wakakusayama, Festival ini tidak seperti festival biasanya dimana sebuah tarian atau nyanyian dilakukan tetapi didalam festival ini adalah sebuah festival membakar gunung, anda pasti tidak akan percaya namun memang seperti itulah yang dilakukan dalam festival ini yang memang telah dilakukan sejak dahulu dengan bermaksud untuk mengusir hewan-hewan liar terutama hewan buas yang mendekat ke kawasan penduduk.

Simak Juga : Bambu Keberuntungan Fukusasa Dalam Festival Ebisu

artforia.comSeperti yang kita telah ketahui pada festival budaya Jepang yang memang menyukai hal-hal yang pembakaran. Asal-usul festival semacam itu sangat bermacam-macam. Sebenarnya festival ini bukan hanya dilakukan pada gunung Wakakusa saja tetapi juga dilakukan hampir di seluruh gunung Jepang, namun festival yang terbesar adalah digunung Wakakusa di Nara lebih tepatnya gunung ini terletak di ujung timur Taman Nara. Sebelum dimulai acara pembakarang gunung akan didahului oleh pertunjukan kembang api. Festival ini biasa berlangsung setiap tahun pada hari Sabtu ke-4 Januari, namun mungkin akan tertunda sampai hari berikutnya jika terjadi cuaca buruk.

Kuil Todaiji, Kuil Kofukuji dan Kuil Kasuga semuanya dilibatkan dalam upacara festival. Wakakusa Yamayaki telah berlangsung selama ratusan tahun. Selain teori asal usul budaya ini dilakukan sejak dahulu selain untuk mengusir babi hutan dikatakan juga karena sebuah konflik wilayah pada kuil besar di Nara. Festival ini secara resmi dimulai pada siang hari, setelah melewati beberapa acara kecil terlebih dahulu di sekitar dasar Wakakusayama. Acara kecil yang paling menarik adalah kompetisi melempar kerupuk nasi raksasa atau disebutnya Sembei yang berlangsung dari pukul 12:30 sampai 15:00. Wisatawan akan mengenali sembei sebagai versi raksasa dari kerupuk nasi yang biasa dijual disekitar taman Nara sebagai makanan untuk rusa liar.

artforia.comartforia.comSesaat sebelum pukul 17:00 anda akan melihat sebuah prosesi dimana orang-orang yang terlibat dalam menyalakan gunung yang terbakar berangkat dari daerah Tobino Kasuga Taisha ke arah gunung, berhenti di Kuil Mizuya di sepanjang jalan untuk menyalakan obor. Pada sekitar pukul 17.30 arak-arakan akan tiba di dasar Wakakusayama dimana beberapa ratus penonton telah berkumpul, dan api unggun besar menyala sebagian di atas lereng gunung.

Pukul 18.15, sebuah pertunjukan kembang api dimulai sekitar 15 menit. Setelah itu bersiaplah untuk acara utamanya dimana api dari api unggun digunakan untuk membakar rumput di lereng gunung, dan api secara bertahap menyebar ke seluruh gunung. Biasanya memakan waktu 30 menit sampai satu jam agar seluruh area terbakar, tergantung kondisi rumput setiap tahunnya. Saat rumput kering maka seluruh gunung akan terbakar dengan waktu yang relatif cepat, sementara kondisi basah hanya bisa mengakibatkan pembakaran rumput yang agak lambat dan hanya sebagian.

artforia.comartforia.comKarena ketinggian Wakakusayama di atas taman Nara, kembang api dapat terlihat dari seluruh sudut kota. Selain pemandangan dari dasar gunung, ada beberapa titik pandang bagus lainnya di seluruh Taman Nara dan kota. Pemandangan juga bisa dinikmati dari tempat lebih jauh, misalnya dari bekas area Istana Heijo.

Beberapa cara akses kedalam festival ini.

Wakakusayama bisa didatangi dengan berjalan kaki dari kuil Todaji dan Kasuga Taisha selama 10-15 menit. Gunung ini juga bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara sekitar 35 menit atau dari Stasiun JR Nara sekitar 50 menit. Bus berjalan dari kedua stasiun sejauh Kasuga Taisha (210 yen).

Rekomendasi Hotel

Asukaso
Hotel Fujita Nara
Nara Hotel

artforia.com

4 Peraturan Umum Yang Harus Anda Ketahui Ketika Berkunjung Ke Jepang

Tradisi Budaya Jepang – Berkunjung ke sebuah daerah baru yang tentunya berbeda budaya dan kultur dari daerah anda tentunya anda harus menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada pada daerah tersebut sebagai tanda hormat sebagai seorang tamu, menjadi wisatawan yang baik adalah salah satu kebanggaan tersendiri bagi seorang traveler, seperti ketika anda berkunjung ke Jepang ada beberapa hal atau peraturan umum yang harus anda ketahui. Artforia akan memberikan informasinya kepada anda dalam artikel kali ini.

Simak Juga : Pesta Bonenkai Cara Orang Jepang Melupakan Lelahnya Pekerjaan

artforia.com

Kereta Jepang Adalah Tempat Sunyi Dan Nyaman

artforia.comKereta Jepang memang sangat padat dan ramai ketika jam kerja namun tahukah anda seramai-ramainya kereta di Jepang tidak akan terjadi berisik atau gaduh oleh suara-suara penumpangnya, sehingga usahakan ketika anda menaiki kereta di Jepang tidak melakukan kegaduhan atau berisik, bukan dilarang untuk berbicara tetapi usahakan lah berbicara dengan nada kecil, seperti salah satunya bila menerima telephone di kereta sebaiknya jangan bersuara keras-keras dan sebaiknya suara dering handphone juga dikecilkan.

 

Tempat Duduk Prioritas Dalam Kendaraan Umum

artforia.comSebenarnya peraturan ini bukan hanya di Jepang tetapi hampir diseluruh negara seperti salah satunya Indonesia, namun negara Jepang sangat menjunjung tinggi peraturan ini sehingga para masyarakat yang kondisinya membutuhkan priority seat ini akan selalu mendapatkan tempatnya di Jepang, sebagai wisatawan yang baik sebaiknya anda tidak menduduk kursi berlabel ini dan bila kosong bisa saja anda mendudukinya tetapi usahakan bila ada yang membutuhkan anda langsung memberinya duduk karena anda tentu tidak maukan dipandang sinis oleh masyarakat sekitar.

 

Sebuah Uang Tips Tidak Dibutuhkan

artforia.comBerbeda dengan budaya barat yang kebanyakan para pekerja dibarat menerima uang tips dari para customernya, di Jepang para pekerja seperti restoran atau hotel tidak ingin anda memberinya sebuah tips uang, bagi mereka hal tersebut justru seperti sebuah penghinaan. Anda cukup membalas dengan kata-kata pujian atau Arigatou Gozaimasu sudah cukup untuk memberikan apresiasi kepada pekerja-pekerja di Jepang.

 

Area Bebas Rokok

artforia.comHampir seluruh tempat umum di Jepang akan ada larangan merokok, hal tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah pusat Jepang, sampai saat ini jumlah pemerintah daerah yang menciptakan peraturan tentang larangan merokok ditempat umum dan mengotori sampah di jalan semakin meningkat. Terutama di Tokyo, banyak distrik di dalam kota melarang merokok di jalan di bawah peraturan daerah. Banyak pemerintah daerah juga memiliki peraturan yang melarang orang merokok saat berjalan. Penting bagi anda terutama para perokok bila mengunjungi Jepang sebaiknya jangan sembarangan melakukannya dan biasanya akan disediakan ruangan khusus merokok.

Itulah ke 4 peraturan umum yang anda harus ketahui sebelum berkunjung ke Jepang dan semoga dapat membantu anda!.

artforia.com

Alasan Mengapa Vending Machine Banyak Di Jepang

Tradisi Budaya Jepang – Mungkin selama ini banyak yang bertanya-tanya mengapa di Jepang banyak sekali penjualan melalui sebuah alat vending machine, bila anda perhatikan di Jepang penjualan barang melalui vending machine bukanlah hanya sekedar minuman saja namun juga barang-barang lain mulai permen, snack, rokok, sup dan bahkan makanan berat!. Tentunya hal ini memiliki sebuah alasan mengapa Jepang menggunakan budaya bisnis yang seperti ini, menurut hasil survey kami dan juga informasi dari berbagai media di Internet akhirnya Artforia menemukan mengapa masyarakat Jepang gemar dalam menggunakan vending machine sebagai bisnis mereka.

Simak Juga : Kehidupan Di Jepang Yang Digemari Para Wistawan Luar Negeri

artforia.comAda 5 Alasan yang membuat negara matahari terbit ini menggunakan Vending Machine.

1. Terbatasnya Tenaga Kerja.

Seperti yang dikabarkan oleh media-media berita dan statistik penduduk bila Jepang memang sebuah negara yang kekurangan angka kelahiran dan banyak usia lanjut, hal ini menyebabkan usia produktif masyarakat Jepang menurun drastis sehingga menyebabkan kurangnya tenaga kerja dan membuat biaya untuk memiliki tenaga kerja di Jepang sangatlah mahal, ini juga yang menyebabkan mengapa negara Jepang sering menerima pekerja luar untuk bekerja pada perusahaannya serta menyebabkan mengapa beberapa pebisnis di Jepang lebih memilih menggunakan Vending Machine karena selain dapat menjual produknya secara otomatis tanpa membutuhkan tenaga kerja juga memangkas biaya pengeluaran untuk menggaji para pekerja.

2. Negara Yang Padat Penduduk

Meskipun angka kelahiran di Jepang terbilang cukup rendah dibandingkan oleh negara-negara lain tetapi populasi Jepang memang sudah padat dari tahun-tahun sebelumnya, selain itu bentuk geografi negara Jepang yang kurang mendukung untuk memiliki populasi yang besar karena 75% dataran negara Jepang adalah penggunungan dan hampir 93% penduduk Jepang tingal di perkotaan. Tentu dengan tingginya populasi pada sebuah tempat yang tidak besar akan menyebabkan biaya untuk memiliki tanah atau sebuah area sangatlah tinggi disini, dengan teknik dagang vending machine adalah salah satu perusahaan memangkas padatnya ruangan jual untuk produk mereka.

3. Kriminalitas Rendah

Jepang termasuk salah satu negara dengan tingkat kriminalitas yang rendah oleh karena itu juga yang menjadi alasan kuat mengapa banyak pebisnis atau perusahaan di Jepang yang mempercayakan produk mereka dijual secara otomatis melalui mesin penjual atau disebut Vending Machine ini.

4. Tradisi Membawa Uang Tunai

Masyarakat Jepang adalah masyarakat yang masih memiliki tradisi selalu membawa uang tunai pada saku atau dompet mereka, meskipun teknologi sudah maju dan terdapat kartu kredit atau debit bank ternyata masyarakat Jepang lebih suka membawa uang tunai ketimbang menggunakan kartu bank dan ini juga terlihat dari tradisi yang sudah ada dari dulu seperti tradisi melempar uang logam pada kuil Kanda Myojin.

5. Antusias Terhadap Teknologi

Teknologi merupakan salah satu keunggulan dari negara Jepang dimana anda akan melihat beberapa produk robot dan mesin yang tercipta dari negara ini, hal ini lah juga yang menyebabkan mengapa penduduk Jepang menggunakan mesin-mesin otomatis seperti Vending Machine untuk menjual produk mereka karena memang masyarakatnya cukup antusias mengenai sebuah teknologi.

artforia.comartforia.comSeperti itulah hasil survey kami mengenai mengapa Jepang memiliki banyak sekali Vending Machine untuk menjual produk-produknya dan semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua para pembaca setia Artforia!.

artforia.com

Jepang Mulai Khawatirkan Budaya Kerja Yang Berlebihan

Tradisi Budaya Jepang – Masyarakat Jepang memang dikenal sangat rajin bekerja oleh karena itu sampai-sampai rata-rata jam tidur disana hanya 4 jam saja dalam sehari, namun sebenarnya bukan dari pihak pekerja saja yang memang gemar melebihkan porsi jam kerja mereka tetapi beberapa pihak perusahaan di Jepang juga sering menjadwalkan sangat padat jam kerjanya, hal ini membuat tingkat bunuh masyarakat Jepang akibat stress dan pekerjaan cukup meningkat tajam.

Simak Juga : Mengenal Upacara Minum Teh Mine Somi Kubose

artforia.comartforia.comSemakin buruknya kondisi ini tentu membuat pemerintahan Jepang mengambil langkah dan dikabarkan pemerintah sedang mencoba untuk merubah mindset pola kerja yang seperti ini, juru bicara dari gubernur Jepang menyatakan bila “Jepang membutuhkan perubahan dalam kultur kerja dalam jangka waktu yang panjang seperti ini dan lebih memiliki waktu untuk anak-anak, keluarga atau merawat orang tua mereka”. Untuk merubah kultur ini memang tidak bisa tanpa sebuah pergerakan maka dari itu gubernur Jepang sudah mulai bekerja sama dengan para kelompok bisnis akan meluncurkan kampanye “Premium Friday” pada bulan Februari lalu untuk mendorong perusahaan membiarkan pekerja pulang lebih awal pada hari Jumat terakhir setiap bulannya untuk pergi keluar dan bersenang-senang. Namun ada beberapa perusahaan yang mengambil langkah mereka sendiri untuk mengurangi jam kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel.

artforia.comBudaya kerja yang sangat banyak ini memang bagus untuk hal ekonomi tetapi tidak untuk kesehatan dan juga mental para pekerjanya, belum lama ini juga dikabarkan seorang pekerja wanita di Jepang bunuh diri setelah lebih 100 jam lembur di tempat kerjanya, langkah baik juga mulai dilakukan oleh sebuah perushaan Suntory Holdings Ltd dengan memperluas sistem kerjanya dengan menggunakan program kerja dari rumah serta perusahaan Yahoo Japan Corp juga menyatakan memberikan karyawannya untuk dapat bekerja jarak jauh selama 5 kali dalam sebulan. Semoga saja dengan banyaknya perubahan-perubahan sistem kerja seperti ini akan membuat lebih baik kondisi para pekerja di Jepang ya pembaca Artforia.

artforia.com

Artforia.com

Mengenal Harakiri Tradisi Budaya Jepang

Tradisi Jepang – Jepang adalah salah satu negara maju di dunia, dapat di bilang pemerataan di negara itu sudah sangat stabil. Jadi bisa dikatakan sebagian besar rakyat Jepang berada dalam ketercukupan kebutuhan, baik kebutuhan sandang pangan, pendidikan, interaksi sosial dan lain-lain. Jadi secara nalar, mereka telah mendapatkan kehidupan yang layak. Namun begitu, negara yang di juluki matahari terbit ini memiliki sebuah tradisi yang di anggap ambigu oleh mata dunia, yaitu tradisi Harakiri. Harakiri adalah bunuh diri yang di lakukan untuk menjaga kehormatan keluarga atau jika seseorang telah merasa tidak kuasa untuk menanggung beban hidup.

artforia.com

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan budaya Jepang Harakiri sudah menjadi tradisi masyarakat di negeri matahari terbit itu. Namun yang jelas Harakiri atau orang Jepang lebih mengenalnya dengan istilah “Seppuku”, termasuk tradisi yang sangat ekstrim karena berdasarkan makna katanya, dapat diartikan sebagai tindakan memotong atau merobek perut untuk bunuh diri. Pada masa lampau, Harakiri sering dilakukan oleh kaum yang punya derajat tinggi seperti pada Samurai, Bushi, hingga kerabat dalam lingkungan kekaisaran Jepang. Harakiri dilakukan oleh Bushi dan Samurai ketika mereka tertangkap musuh dan mengalami penyiksaan. Bisa juga untuk menebus rasa bersalah akibat kesalahan besar yang pernah diperbuatnya seperti pengkhianatan.

artforia.com

Restorasi Meiji pada tahun 1873 sebenarnya sudah menghapus tradisi Harakiri, namun pada kenyataannya Harakiri masih dilakukan oleh sebagian besar orang Jepang hingga saat ini. Bahkan pada perang dunia ke 2 yang lalu, prajurit Jepang melakukan Harakiri saat menyerang pangkalan laut AS Pearl Harbour. Hanya saja bentuknya berbeda, dimana para pilot Jepang bunuh diri secara massal dengan menabrakan pesawatnya ke kapal Induk AS, sehingga mengakibatkan hancurnya pangkalan Pearl Harbour. Tradisi Harakiri kerap dilakukan orang Jepang membuat Negeri Sakura tersebut menjadi negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia, hingga mencapai 30.000 kasus bunuh diri dalam kurun waktu 8 tahun saja. Seiring dengan perkembangan jaman, Harakiri perlahan lahan mulai ditinggalkan, namun tetap saja budaya malu orang Jepang itu masih tinggi. Lihat saja petinggi pemerintahan Jepang sering mengundurkan diri, ketika dianggap gagal dalam melakukan tugasnya terhadap negara.

Source Image: Hara-Kiri: Death of a Samurai Movie