Tradisi Budaya Jepang | ARTFORIA

Tradisi Budaya Jepang

artforia.com

Para Otaku Di Jepang Bernostalgia Tentang Anime 2009 Melalui Twitter

Berita Anime Jepang – Pada tanggal 18 Oktober lalu terdapat sebuah hashtag yang menanyakan seputar anime klasik dan mulai tren Twitter Jepang. Sebenarnya pada awal hanyalah sebuah iklan untuk partai politik Komeito namun dengan cepat berubah menjadi sebuah diskusi tentang anime 2009. Banyak fans yang berdiskusi dan bernostalgia tentang anime populer pada 8 tahun silam.

Simak Juga : Band Rock Kuso Linkai Lakukan Crowdfunding Untuk Pembuatan Anime Pendek

artforia.comMenurut hasil dari beberapa sumber terdapat lima seri dan film yang diidentifikasi sebagai yang terbaik di tahun 2009.

  • K-On!!, (drama tentang band musik wanita) by Kyoto Animation.
  • A Certain Scientific Railgun, seri spin-off dari anime populer A Certain Magical Index.
  • Minami-ke, (Drama & Komedi)
  • Eden of the East, (Sci-Fi Thriller)
  • Summer Wars, salah satu karya populer dari Mamoru Hosoda

Masih terdapat daftar anime lain juga yang dibahas pada twitter-twitter masyarakat Jepang dengan hastag nostalgia tersebut yaitu seperti Endless Eight dari Haruhi Suzumiya, Evangelion 2.0, Kimi ni Todoke dan banyak lagi. Jadi anime apa yang para pembaca Artforia tonton pada tahun 2009 silam?.

Source : Anime Anime JP

artforia.com

Sendal Tradisional Jepang Yang Disebut Geta

Tradisi Budaya Jepang – Bila anda mengunjungi sebuah festival tradisional di Jepang dan melihat para masyarakat Jepang yang menggunakan kimono pasti juga terlihat menggunakan sebuah alas kaki yang unik terbuat dari kayu yang disebut Geta, Geta (下 駄) adalah bentuk sepatu tradisional Jepang yang menyerupai kedua bakiak atau sandal jepit. Mereka adalah semacam sandal dengan alas kayu cukup tinggi kemudian diatasnya ada penjepit kain. Mereka dikenakan dengan pakaian tradisional Jepang seperti kimono atau yukata. Kadang-kadang geta dipakai dalam hujan atau salju agar kaki tetap kering, karena bentuknya yang memiliki penopang tinggi sering kali terdengar langkah-langkah orang yang menggunakan sendal tradisional Jepang ini.

Simak Juga : Pentas Seni Boneka Bunraku Yang Terkenal Sejak Ratusan Tahun Silam

artforia.comDalam bentuknya yang paling sederhana, geta adalah sandal kayu tebal yang disangga oleh kedua batang kayu dibawahnya. Bagian bawah kayu disebut gigi (ha). Berjalan dengan gigi geta yang tunggal atau hanya satu adalah upaya melatih keseimbangan namun kebanyakan geta modern pada saat ini telah memiliki dua gigi di bagian bawah sehingga jauh lebih praktis dan seimbang.

Geta sebenarnya tidak terlalu formal. Mereka biasanya dipakai dengan yukata dengan kaki telanjang tanpa menggunakan kaus kaki. Anda akan melihat banyak orang menggunakan sendal tradisional ini pada musim panas matsuri dan kembang api. Sandal Geta tidak sesering sandal Zori yang sering digunakan dengan Kimono dan kaus kaki tabi. Terdapat sebuah geta unik yaitu Tetsu geta yang merupakan versi besi geta yang beratnya 3 sampai 5 kilogram. Mereka secara historis digunakan oleh mahasiswa seni bela diri seperti karate untuk menguatkan kaki.

Suara langkah yang diciptakan oleh sandal Geta memang sangat ciri khas dan masyarakat Jepang menyebutnya “Karankoron” dan banyak orang tua di Jepang yang mendengar suara ini seperti kembali bernostalgia ketika mereka muda dulu. Memutuskan tali pada geta adalah hal yang membawa kesialan menurut prinsip orang dulu. Maka dari itu, banyak orang Jepang yang menghindari geta dengan harga murah atau kualitas jelek.

artforia.com

 

artforia.com

Pentas Seni Boneka Bunraku Yang Terkenal Sejak Ratusan Tahun Silam

Tradisi Budaya Jepang – Bunraku adalah teater boneka Jepang. Ini adalah seni pertunjukan yang unik dengan tradisi yang kembali populer setelah beberapa ratus tahun berlalu. Bentuk boneka yang digunakan dalam teater Bunraku sangat hidup dan kompleks. Setiap bagian pada boneka ini bisa bergerak teruama pada bagian kepala mereka. Bergantung pada permainannya, wayang mungkin memiliki kemampuan untuk berubah menjadi setan atau hantu. Beberapa jenis kerajinan tangan terlibat dalam pembuatan boneka ini, pada bagian kepala dirancang oleh spesialis yang sangat terampil. Tubuh dan kostum mereka juga melalui kerajinan khusus.

Simak Juga : Tradisi Memasang Teru Teru Bozu Untuk Memohon Cuaca Cerah

artforia.comYang unik dalam menggunakan nya adalah setiap boneka membutuhkan tiga dalang yaitu untuk kepala, lengan dan kaki. Dikatakan bahwa dibutuhkan 30 tahun untuk sepenuhnya menguasai seni ini. Pada puncaknya di era Edo, Bunraku adalah salah satu bentuk hiburan utama di Jepang. Teater-teaternya dikelilingi oleh distrik makanan, minuman dan kesenangan. Saat ini, ada sekitar 30 rombongan Bunraku di Jepang. Teater Bunraku Nasional di Osaka adalah tempat utama yang bekerja untuk menjaga tradisi Bunraku tetap hidup.

Tingkatan dalang diatur hierarki yang ketat, berdasarkan tingkat keterampilan dan pengetahuan. Dalang paling berpengalaman menggerakkan bagian kepala dan lengan kanan. Dalang dengan pengalaman di bawahnya bertugas menggerakkan lengan kiri, sedangkan bagian kaki digerakkan dalang yang paling yunior. Dalang kepala mengenakan geta berhak tinggi (20 cm hingga 50 cm) dari kayu untuk mengimbangi posisi dalang ketiga yang menggerakkan bagian kaki boneka. Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan bunraku sebagai Warisan Agung Budaya Nonbendawi. UNESCO menetapkan bunraku sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dalam daftar yang diterbitkan tahun 2003.

artforia.comartforia.comKesenian ini bermula dari pementasan ningyo johruri oleh seniman Uemura Bunrakuken I di Osaka sehingga diberi nama “bunraku”. Sebelumnya, kesenian ini juga disebut ayatsuri jōruri shibai (sandiwara johruri ayatsuri), dan baru secara resmi dinamakan bunraku sejak akhir zaman Meiji (1868-1912).

artforia.com

Sosok Dua Dewa Penjaga Gerbang Niomon

Seni Budaya Jepang – Bila anda berkunjung ke kuil-kuil buddha ketika berwisata ke Jepang pasti anda akan sering melihat 2 patung besar yang disebut dengan Nio. Kedua patung besar ini adalah dua pelindung Buddha di Jepang yang bernampilan menakutkan, berotot, penuh murka, keduanya dikenal sebagai Agyo dan Ungyo yang sering anda temukan di gerbang kuil-kuil buddha di Jepang.

Nio adalah wujud dari dewa Budha yang sama yang dikenal dengan nama Shukongoshin. Dalam agama buddha yang menjunjung tradisi perdamaian yang kuat, kehadiran Shukongoshin memang sebagai dewa yang kuat dan dia digambarkan sebagai pelindung Buddha yang sering di sisinya. Sering dikatakan dalam cerita masyarakat bahwa Shukongoshin bisa menakut-nakuti orang hingga bertobat, sosok Shukongoshin muncul dalam dua bentuk di kuil Jepang.

Simak Juga : Kisah Tengu Dalam Sejarah Masyarakat Jepang

 

Ungyo

artforia.comUngyo selalu digambarkan dengan mulut tertutup dan telapak tangan terbuka. Dia memancarkan kekuatan. Mulutnya yang tertutup dikatakan mewakili kematian.

Agyo

artforia.comAgyo memiliki mulut terbuka. Ini dikatakan mewakili kelahiran. Dia memamerkan giginya dalam ekspresi yang sangat marah. Agyo memegangi senjata, mengepalkan tinjunya atau keduanya.

Agyo dan Ungyo biasanya ditempatkan pada gerbang khusus bernama Niomon. Setiap kuil buddha di Jepang biasanya dirancang sedemikian rupa sehingga semua pengunjung harus masuk melalui lorong sempit antara dewa-dewa mengerikan ini. Ini memiliki efek nyata.

artforia.com

artforia.com

Tradisi Memasang Teru Teru Bozu Untuk Memohon Cuaca Cerah

Tradisi Budaya Jepang – Mungkin bila anda pernah berlibur ke Jepang terutama melewati rumah-rumah masyarakat Jepang pada musim hujan anda akan sering melihat sebuah boneka kecil berwarna putih yang digantungkan di jendela-jendela rumah tersebut, namanya adalah boneka Teru-Teru Bozu yang merupakan sebuah boneka penangkal cuaca buruk menurut tradisi budaya masyarakat Jepang sejak dahulu. Boneka-boneka ini sering salah dimengerti oleh para wisatawan atau anak kecil yang menyebutnya boneka hantu yang dibuat pada hari Halloween.

Simak Juga : Olahraga Baseball Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang

artforia.comTeru Teru Bozu adalah boneka menyerupai hantu kecil yang digantung pada jendela-jendela rumah dengan cara mengikat lehernya, mereka dianggap dapat memberikan cuaca baik. Tradisi dimulai di kalangan petani selama era Edo. Istilah Teru Teru Bozu dapat diterjemahkan secara harfiah “bersinar, biksu yang bersinar.” Bozu adalah bahasa gaul Jepang untuk biksu Buddha yang merujuk ke kepala mereka yang tidak memiliki rambut. Meskipun Teru Teru Bozu terlihat seperti hantu bagi pengamat modern terutama bagi orang barat namun mereka tampak seperti biksu yang berkilau untuk orang-orang di era Edo.

Teru Teru Bozu sangat mudah dibuat dan biasanya dibuat oleh anak-anak dari kain putih atau kertas. Mereka bisa digantung terbalik untuk mendatangkan hujan. Dulu, mereka digantung tanpa mata dan mata akan diberikan jika harapan cuaca telah terwujud.

artforia.com

artforia.com

Kisah Tengu Dalam Sejarah Masyarakat Jepang

Seni Budaya Jepang – Tengu merupakan sebuah sosok yang mistis didalam kehidupan masyarakat Jepang, Tengu (天狗, memiliki arti anjing surga) adalah sejenis makhluk legenda yang diceritakan didalam agama masyarakat Jepang dan juga dianggap sebagai salah satu jenis dewa didalam agama Shinto (kami) atau yōkai (makhluk gaib). Tengu pada awalnya dianggap mengambil bentuk burung pemangsa, dan secara tradisional digambarkan dengan karakteristik manusia berbentuk unggas. Tengu paling awal digambarkan dengan paruh, namun berkembang bentuknya dipercaya dengan sebuah hidung yang panjang.

Simak Juga : Yurei Sosok Hantu Bagi Masyarakat Jepang

artforia.comNamun didalam agama Buddhisme memiliki keyakinan bila Tengu adalah setan yang mengganggu dan pertanda perang. Namun belakangan citra Tengu dimata agama buddha mulai melunak dan tidak seburuk sebelumnya dan dianggap menjadi salah satu pelindung, akan tetapi bagaimanapun tengu masih dianggap berbahaya sebagai penunggu pegunungan dan hutan. Tengu berhubungan dengan dekat dengan Shugendō (Sebuah kepercayaan orang jepang yang lahir pada periode Heian).

Kisah lainnya menceritakan bila Tengu adalah monster burung Jepang yang sering mengambil bentuk manusia. Sebagai manusia, mereka memiliki hidung yang sangat besar. Dulu, mereka dikhawatirkan sebagai makhluk mengerikan yang mengganggu masyarakat. Tetapi di zaman modern, Tengu semakin dipandang sebagai karakter yang kompleks dengan sisi baik. Mereka juga terkadang dihormati di kuil-kuil Jepang dan juga pada beberapa acara Matsuri. Kisa mengenai tengu memang sangat banyak sekali dalam sejarah Jepang namun tidak ada cerita Tengu yang konsisten namun dipastikan bila Tengu tercatat memiliki wujud mirip burung sejak abad ke-7.

artforia.comKetika itu Tengu sangat terkait dengan ajaran Buddhisme di Jepang dimana pada masa-masa awal, tengu selalu digambarkan sebagai musuh Buddhisme. Mereka akan berubah wujud menjadi perempuan untuk membawa para biksu ke jalan sesat dan biksu-biksu yang menjadi korban akan berubah menjadi tengu setelah kematiannya. Model awal tengu kemungkinan berubah pada paruh pertama zaman Muromachi. Dalam kumpulan cerita rakyat Otogizōshi terdapat cerita Tengu no Dairi (Istana Tengu) yang tokoh utamanya bernama Kurama Tengu. Selain itu, Ushiwakamaru dikabarkan menerima pelajaran seni pedang dari Tengu di Kuil Kurama. Dalam Hikayat Heike, tengu digambarkan seperti “Manusia tetapi tidak seperti manusia, burung tetapi tidak seperti burung, anjing tetapi tidak seperti anjing, tangan dan kakinya seperti tangan dan kaki manusia, wajahnya seperti anjing, memiliki sayap di kanan kiri, dan bisa terbang.”

 

artforia.com

Olahraga Baseball Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang

Tradisi Budaya Jepang – Olahraga Baseball memang sangat dekat dikaitkan dengan negara-negara bagian barat dimana cukup banyak legenda-legenda pemain terkenal dari negara sana, namun apakah anda tahu bila Jepang adalah salah satu negara yang memiliki antusias besar didalam olahraga ini sejak dahulu, telah diketahui bila masyarakat Jepang telah bermain bisbol selama lebih dari satu abad. Ini adalah olahraga umum untuk anak-anak yang sangat kompetitif di SMA. Kejuaraan nasional SMA negeri di musim panas menarik banyak penonton dan juga liputan televisi. Jepang memiliki liga profesional yang dikenal dengan Nippon Professional Baseball dengan 12 tim dan tim nasional yang sangat sukses dikenal dengan nama Samurai Japan. Pertandingan baseball di Jepang memiliki banyak suasana, terutama di kota-kota dengan penggemar berat seperti Osaka.

Simak Juga : Kotatsu Sebuah Penghangat Tradisional Jepang Yang Populer Hingga Saat Ini

artforia.comBaseball atau yang dikenal dengan sebutan Yakyu di Jepang, adalah olahraga yang memiliki penonton domestik terbanyak, popularitas bola bisbol terkait dengan hubungan dekat Jepang dengan Amerika Serikat yang dihasilkan dari diplomasi kapal uap Amerika yang memaksa Jepang membuka pasarnya pada tahun 1850-an dan juga karena Occupation of Japan yang mengikuti Perang Dunia II.

Tim bisbol Jepang pertama didirikan oleh American Horace Wilson pada tahun 1878. Pada tahun 1913, Chicago White Sox dan New York Giants mengunjungi serta bermain dengan tim universitas di Jepang. Hasilnya membuat jelas bahwa Jepang membutuhkan liga profesional dan kemudian setelah itu dua tim profesional didirikan pada tahun 1920. Liga Baseball berkembang pesat dan bahkan berhasil melewati tragedi besar Perang Dunia II yang memang Jepang ikut serta, kala itu pemerintah Jepang juga sempat memaksa penggantian nama Inggris Baseball dengan bahasa Jepang. Satu-satunya musim yang dibatalkan adalah 1945.

artforia.comartforia.comSetelah perang berakhir Olahraga Baseball terus berkembang pesat di Jepang dan negara ini bangkit menjadi salah satu pusat kekuatan olahraga. Liga Baseball Nippon Professional sekarang memiliki 12 tim profesional. Tim baseball nasional Jepang yang dikenal sebagai Samurai Japan sukses memenangkan World Baseball Classic, yang diadakan setiap tiga tahun, kemenangan tersebut diraih pada tahun 2006 dan 2009. Pertandingan bisbol profesional di Jepang memiliki banyak suasana, terutama di kota-kota seperti Osaka dan Nagoya dimana penggemar sangat antusias.

Pada saat ini Baseball juga merupakan aktivitas umum bagi anak-anak di Jepang yang sangat kompetitif di SMA. Kejuaraan Baseball National High School setiap musim panas mencakup sebuah tim dari setiap prefektur Jepang. Televisi nasional dan menarik banyak orang.

artforia.com

artforia.com

Cara Simpel Membuat Koinobori

DIY&Craft – Koinobori (鯉 の ぼ り) adalah sebuah bendera berbentuk ikan koi yang secara tradisional dipasang berbentuk ikan mas yang secara tradisional dipasang untuk merayakan Tango No Sekku (端午 の 節 句), bendera ini dilakukan oleh sejumlah keluarga yang memiliki anak laki-laki, Orang tua yang memiliki anak laki-laki mengibarkan koinobori hingga hari Tango no Sekku untuk mendoakan agar anak laki-lakinya menjadi orang dewasa yang sukses. Setelah Jepang memakai kalender Gregorian, koinobori dikibarkan hingga Hari Anak-anak (5 Mei). Koinobori yang tertiup angin telah menjadi simbol perayaan Hari Anak-anak. Kalau zaman dulu koinobori berkibar di tengah musim hujan, koinobori biasanya sekarang mengingatkan orang Jepang tentang langit biru yang cerah di akhir musim semi. Kali ini Artforia ingin memberikan sebuah panduan dalam membuat Koinobori dengan mudah.

Simak Juga : Mengenal Dan Membuat Lukisan Sumi-E Jepang

artforia.comBerikut langkah-langkah dalam membuatnya.

1. Dalam 3-4 warna, potong beberapa lingkaran kertas tisu, berdiameter sekitar 1,5 inci, lalu potong keduanya menjadi setengah lingkaran. Letakkan potongan pita dua sisi di bagian bawah gulungan Anda. Mulai letakkan ujung lurus masing-masing lingkaran setengah pada pita sisi ganda, tumpang tindih sedikit sehingga tidak ada pertunjukan gulung di bawahnya. Pastikan ujung lengkung lingkaran setengah menggantung dari gulungan sehingga tidak terpasang. Ujung ini akan menjadi ekor ikan. Lengkapi sepanjang jalan.

2. Tinggalkan celah 5cm dan letakkan potongan pita double sided lainnya di seputar gulungan, ulangi dengan lingkaran setengah. Tata warna tidak terlalu penting, lakukan saja apa yang menurut Anda bagus. Anda harus tumpang tindih dengan sedikit yang adil dan tidak semua ujungnya akan direkam. Tinggalkan mereka. Lapisan berikutnya harus menutupi mereka.

3. Ulangi sampai ke puncak, pastikan Anda menyelesaikan rekaman dan setengah lingkaran di bagian atas gulungan. Ini adalah kepala. Pada titik ini, jika ada setengah lingkaran yang masih menempel, gunakan pita dua sisi untuk menempelkannya.

artforia.com4. Potong lingkaran dengan kertas putih (berdiameter sekitar 1 inci) lalu gunakan spidol hitam untuk menggambar lingkaran besar di dalam mata. Gunakan double sided tape untuk menempel di sisi kepala.

5. Potong potongan kertas tisu menggunakan warna yang sama dengan lingkaran setengah Anda. Di ujung ekor, dengan hati-hati letakkan selembar pita double sided di bagian dalam gulungan. Satu per satu, tempelkan selembar kertas tisu ke kaset itu, terus sampai bersih sampai tertutup.

6. Potong ujung apapun jika perlu sehingga panjangnya sama. Ulangi langkah 1-6 untuk membuat dua ikan mas lagi.

artforia.com7. Potong tiga potong benang sekitar 7 inci panjangnya. Double simpul masing-masing ke dowel Anda, pastikan ujungnya rata.

8. Di sisi kepala, letakkan selembar pita double sided di dalam gulungan, di depan mata. Mulailah dengan benang tersampir atas dowel dan kencangkan ujung yang longgar ke kaset di dalam gulungan. Jika Anda berencana mengayunkan koinobori ini ke sekitar, gunakan lem panas sebagai gantinya, atau letakkan selotip lain di atas benang itu.

9. Ulangi di sisi berlawanan, tepat di belakang mata. Ulangi untuk kedua ikan mas berikutnya.

artforia.com

 

artforia.com

Arti Sebuah Tatami Bagi Masyarakat Jepang

Tradisi Budaya Jepang – Tatami merupakan bagian penting didalam kehidupan masyarakat Jepang sejak dahulu, secara tradisional, rumah dan bangunan Jepang memiliki lantai tikar lembut yang dikenal dengan tatami. Banyak sejarah yang terkandung didalam sebuah Tatami oleh karena itu banyak sekali orang Jepang yang bernostalgia tentang tatami, meskipun menurut beberapa orang terutama para wisatawan tatami tidak senyaman lantai negara barat tetapi tatami tetap populer bagi beberapa kalangan terutama masyarakat Jepang. Tatami (畳) adalah tikar yang terbuat dari jerami padi atau bisa juga sebuah lapisan kayu yang dikompres. Mereka memiliki penutup anyaman jerami yang terbuat dari bahan lembut (igusa) dan ujungnya terbuat dari kain.

Simak Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Teh Jepang Yang Terkenal

artforia.comartforia.comTatami digunakan sebagai lantai terutama bagi masyarakat jaman dahuli dan ada aturan untuk meletakkan tatami. Misalnya, tepi harus membentuk “T” bukan “+”, Pada mulanya, Tatami adalah barang mewah yang dapat dimiliki orang kaya. Saat itu kebanyakan rumah orang miskin tidak memiliki lantai, melainkan tikar. Tatami kemudian menjadi populer diabad ke-17. Tatami menjadi modul desain kedua yang penting pada abad ke-16 dan abad ke-17. Keseluruhan lantai ruangan tertutup dengan tatami, kolom adalah diposisikan menurut dimensi dan aransemen dari tatami.

Di Jepang, ukuran ruangan sering diukur dengan jumlah tikar tatami (- 畳-jō), sekitar 1.653 meter persegi (untuk tatami ukuran standar (Nagoya)). Sebagai alternatif, dalam hal unit area tradisional Jepang, luas area (dan terutama luas lantai rumah) diukur dalam bentuk tsubo, di mana satu tsubo adalah area dua tikar tatami (persegi); Secara formal 1 ken dengan 1 ken atau 1.81818 … meter persegi, sekitar 3.306 meter persegi.

artforia.comBeberapa ukuran ruangan yang biasa terdapat di rumah-rumah nagoya.

  • 4 1/2 mats = 9 shaku × 9 shaku ≈ 2,73 m × 2,73 m
  • 6 tikar = 9 shaku × 12 shaku ≈ 2,73 m × 3,64 m
  • 8 tikar = 12 shaku × 12 shaku ≈ 3,64 m × 3,64 m

Tatami dapat ditemukan di rumah-rumah Jepang, apartemen, kuil, restoran dan hotel. Lantai rumah tua di Jepang biasanya selalu menggunakan tatami, namun rumah-rumah baru seringkali hanya memiliki satu ruang tatami. Sebuah restoran di Jepang juga sering memiliki bagian tatami namun juga ada bagian yang tidak, terdapat larangan juga untuk tida menggunakan sepatu ketika anda menginjak tatami karena akan mengotori dan juga merusak tekstur dari tatami tersebut. Bisa dibilang bila tatami lebih dari sekedar sebuah penutup lantai saja tetapi juga menjadi bagian tradisi gaya hidup masyarakat Jepang.

artforia.com

Mengenal Lebih Dekat Tentang Teh Jepang Yang Terkenal

Tradisi Budaya Jepang – Teh adalah sebuah produk yang kini sangat terkenal dari Jepang terutama untuk jenis Teh Hijau meskipun begitu catatan sejarah mengenai teh ini awalnya bukanlah di Jepang, Teh hijau adalah sejenis teh yang dibuat dari daun Camellia Sinensis yang belum mengalami proses pengelupasan dan oksidasi yang sama seperti yang digunakan untuk membuat teh oolong dan hitam. Teh hijau berasal dari China, namun produksinya telah menyebar ke banyak negara di Asia. Saat ini telah ada beberapa macam teh hijau, perbedaan jenis teh hijau itu karena beberapa proses seperti sinensis yang digunakan, kondisi petumbuhan pohon teh, metode hortikulturalnya, pengolahan produksi, dan waktu panen.

Simak Juga : Mengenal Lebih Dalam Tentang Kimono Pakaian Tradisional Jepang

artforia.comTertulis dalam sejarah bila budaya mengkonsumsi teh telah dilakukan di China pada masa pemerintahan Kaisar Shennong. Sebuah buku yang ditulis oleh Lu Yu pada tahun 600-900 M (Dinasti Tang), “Teh Klasik” (bahasa China yang disederhanakan 茶 经, bahasa Cina tradisional 茶 經, pinyin: chájīng), dianggap penting dalam sejarah teh hijau. The Kissa Yojoki (喫茶 養生 記 Book of Tea), yang ditulis oleh pendeta Zen Eisai pada tahun 1191, menjelaskan bagaimana minum teh hijau dapat mempengaruhi lima organ vital, bentuk tanaman teh, bunga dan daun, dan bagaimana menumbuhkan dan mengolah daun teh.

Meskipun begitu negara Jepang telah melakukan banyak hal dengan daun teh yang sederhana sehingga negara ini sukses menghasilkan ratusan variestas teh hijau dan nilai teh yang tinggi dalam dunia kesehatan. Macam-macam metode pembuatan teh hijau di negeri sakura ini seperti teh yang tumbuh di tempat teduh, teh yang diproses dengan uap, dikeringkan dengan sinar matahari atau pemanas, Teh yang dipetik dari kuncup, teh hijau yang dikombinasikan dengan nasi atau dibuat dengan rumput laut, teh yang dipanen pada tanggal khusus dan masih banyak lagi tentunya yang telah diciptakan oleh masyarakat Jepang hingga saaat ini. Teh adalah aspek budaya Jepang yang hidup, salah satu contohnya adalah upacara minum teh Jepang yang memperlihatkan persiapan, penyajian dan konsumsi teh menjadi bentuk seni yang menarik.

artforia.comTerdapat 28 jenis teh hasil buatan Jepang.

  1. Ryokucha
  2. Yamecha
  3. Ujicha
  4. Aracha
  5. Shincha
  6. Hachijuhachiya Sencha
  7. Sencha
  8. Fukamushicha
  9. Bancha
  10. Aki Bancha
  11. Hojicha
  12. Kabusecha
  13. Gyokuro
  14. Tamaryokucha
  15. Kamairicha
  16. Kukicha
  17. Mecha
  18. Konacha
  19. Matcha
  20. Genmaicha
  21. Tencha
  22. Sakura Tea
  23. Kombucha
  24. Mugicha
  25. Jasmine Cha
  26. Oolongcha
  27. Funmatsucha
  28. Kocha