Seni Budaya Jepang | ARTFORIA

Seni Budaya Jepang

artforia.com

Mengenal Tradisi Pesta Hanami Dibawah Indahnya Bunga Sakura

Tradisi Budaya Jepang – Ketika musim bunga sakura tiba di Jepang memang menjadi saat yang sangat menyenangkan dimana akan terdapat sebuah tradisi yang sering dilakukan masyarakat Jepang pada setiap tahunnya secara rutin yaitu adalah tradisi Hanami, Hanami, yang secara harfiah memiliki arti “melihat bunga”, adalah tradisi Jepang mengadakan pesta di bawah pohon sakura saat mereka mekar. Namun tradisi ini juga bisa berlaku untuk bunga plum yang mekar dalam cuaca yang jauh lebih dingin. Mekarnya bunga sakura adalah sebuah simbol budaya Jepang dengan berbagai macam cara seni seperti musik, sastra dan film

Cara dalam pesta hanami cukup sederhana, Anda meletakkan tikar di bawah pepohonan dan menikmati makanan ringan dan minuman. Obrolan santai biasa dilakukan masyarakat Jepang dalam menjalani tradisi Hanami bersama keluarga atau rekan kerja mereka atau bahkan terkadang akan berlangsung cukup meriah dengan beberapa hiburan musik disekitarnya.

Simak Juga : Tradisi Melempar Garam Dalam Olahraga Sumo

artforia.comTradisi pesta Hanami adalah acara yang sangat meriah dan populer di Jepang sehingga hampir seluruh area di Jepang yang memiliki bunga sakura akan mengadakan tradisi ini, sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jepang untuk memesan tempat pesta di bawah pepohonan dengan tikar. Dalam beberapa kejadian terkadang orang Jepang rela datang ke lokasi lebih awal sebelum acara dimulai demi mendapatkan terlebih dahulu tempat yang bagus dibawah bunga sakura untuk tradisi Hanami.

Melepas sepatu sebelum naik ke atas tikar adalah hal yang sangat diwajibkan dalam tradisi ini, Terdapat pepatah lain dalam tradisi ini oleh masyarakat Jepang yaitu adalah “dumpling over flower”. Arti dari pepatah tersebut adalah orang sering lebih tertarik pada makanan dan minuman pada pesta hanami daripada bunga itu sendiri, pepatah itu mungkin ada benarnya karena sebagian besar masyarakat yang menghadiri pesta Hanami ini lebih sibuk makan dan minum ketimbang melihat bunga sakuranya.

artforia.comartforia.comMungkin anda akan mengira bila pesta Hanami akan berlangsung cukup sunyi dan tenang tetapi hal tersebut sangat berbeda karena sebenarnya sebagian besar pesta Hanami adalah tradisi pesta yang cukup meriah sehingga mungkin saja ada seorang DJ yang bermain musik dengan suara yang cukup besar seperti sedang melakukan konser, minum-minum pada luar ruangan dengan panorama yang indah memang sebuah budaya Jepang sedari dulu yang juga masuk kedalam tradisi Hanami.

artforia.com

Etika Umum Masyarakat Jepang Dalam Pemandian Onsen

Berita Lifestyle Jepang – Onsen merupakan sebuah tempat yang sangat tradisional di Jepang dimana Onsen merupakan sebuah sumber air panas yang biasanya digunakan menjadi sebuah pemandian air panas dan digunakan secara bersama-sama, tradisi Onsen sendiri telah berlangsung sangat lama sejak jaman Jepang kuno dan sampai ini Onsen telah mengalami beberapa perubahan dan perkembangan, terdapat beberapa etika umum dalam melakukan Onsen bagi orang Jepang yang mungkin harus anda ketahui sebelum anda melakukannya ketika berlibur ke Jepang nanti.

Simak Juga : Mengenal Budaya Duduk Orang Jepang Atau Disebut Seiza

artforia.comDilarang Menggunakan Pakaian Renang

Pada setiap Onsen umumnya tidak memperbolehkan para penggunanya menggunakan pakaian renang oleh karena itu anda jangan sampai memakainya, tetapi sebagian Onsen terutama Onsen yang memiliki tema water park dan mixed gender biasanya memperbolehkan para penggunanya menggunakan pakaian renang.

Kebersihan Tubuh

Para pengguna Onsen diharuskan memiliki tubuh yang bersih sebelum berendam dipemandian air panas ini, maka dari itu para pengguna Onsen biasanya akan mandi terlebih dahulu pada tempat pemandian atau Sento yang disediakan oleh para pemilik Onsen.

Handuk

Pada jenis onsen apapun, anda akan diberikan 2 jenis handuk yaitu kecil dan besar atau terkedang bisa menyewanya. Namun pada pemandian umum biasa terkadang layanan ini tidak tersedia sehingga anda harus membawanya sendiri, handuk besar adalah untuk pengeringan tubuh dan harus ditinggalkan di ruang ganti (bersama dengan pakaian anda), sedangkan handuk kecil untuk mencuci dan bisa dibawa ke area mandi. Anda bisa membawa handuk kecil anda ke kamar mandi dan biasanya para orang Jepang akan menempatkan handuk kecil diatas kepala mereka!.

Rambut & Kepala

Jika anda memiliki rambut yang tebal dan panjang terutama wanita sebaiknya selalu bawa ikat rambut anda dan bungkus dengan handuk, hal ini dikarenakan untuk menghindari air Onsen yang kotor karena adanya rambut-rambut yang rontok. Serta janganlah menenggelamkan kepala anda kedalam air Onsen karena menurut beberapa nasihat pakar kesehatan bagian kepala adalah bagian yang sensitif oleh karena itu lebih mudah terkena infeksi dan Onsen merupakan tempat pemandian bersama yang tentunya memiliki kemungkinan adanya sesuatu yang masuk bila anda menenggelamkan kepala kedalam air Onsen.

Tatto

Mengapa tatto masuk kedalam etika Onsen? hal ini karena sebuah tatto merupakan hal yang tabu didalam budaya Jepang, mengikuti kisah sejarah dimana orang-orang yang memiliki tatto rata-rata adalah seorang kriminal atau penjahat seperti seorang Yakuza, karena masyarakat Jepang yang sensitif dengan tatto rata-rata Onsen terutama onsen tradisional melarang adanya sebuah tatto pada tubuh pelanggan, namun bila tatto anda kecil mungkin bisa ditutupi oleh sesuatu namun bila besar akan menjadi kendala dan sebaiknya anda menyewa Onsen pribadi pada ryokan atau hotel.

Itulah beberapa etika umum dalam melakukan Onsen bagi masyarakat Jepang semoga dapat bermanfaat untuk anda bila ingin mencoba Onsen ketika berwisata ke Jepang!.

artforia.com

artforia.com

Mengenal Budaya Duduk Orang Jepang Atau Disebut Seiza

Berita Lifestyle Jepang – Jepang adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya tradisional turun temurun dari jaman dahulu yang masih dilakukan dan ditekuni hingga saat ini, hal tersebut memang tidak terlepas dari pemerintah Jepang yang sangat pintar dalam menjaga tradisi negaranya serta dukungan para masyarakat yang koperatif membuat banyak sekali budaya-budaya Jepang yang menjadi sangat terkenal didunia luar seperti salah satunya adalah budaya duduk Jepang yang bernama Seiza ini.

Simak Juga : Alasan Mengapa Orang Jepang Begitu Menyukai Onsen

artforia.comSeiza adalah cara tradisional untuk duduk di lantai tatami Jepang. Ini dianggap sebagai cara yang tepat untuk duduk dalam acara formal seperti menghadiri acara ritual di Kuil Shinto. Budaya ini juga banyak diterapkan di dalam seni bela diri Jepang dimana postur tubuh dapat dikoreksi dengan ketat. Kebanyakan orang begitu juga masyarakat Jepang menyatakan bila cara duduk seiza adalah hal yang sulit dilakukan untuk jangka panjang, sehingga biasanya orang yang belum terbiasa maupun orang tua tidak akan bertahan lama dengan posisi duduk ini tetapi biasanya orang Jepang akan memaklumi hal ini.

Kata Seiza sendiri memiliki arti yaitu “duduk tepat”. Untuk duduk secara seiza anda harus meletakan lutut anda di lantai sehingga melipat kaki anda kebelakang dan istirahatkan bokong anda di atas kaki Anda. Bagian atas kaki anda harus rata di lantai. Duduk seiza bisa terasa menyakitkan atau secara fisik tidak mungkin bagi siapa saja yang tidak terbiasa melakukannya. Maka Seiza biasanya paling baik dipelajari sejak usia muda, maka dari itu banyak yang menyatakan bila orang asing tidak akan bisa melakukan Seiza. Namun sebenarnya cara duduk seiza lebih merupakan soal latihan daripada fisik, maka dari itu kini sudah cukup banyak para gaijin (orang luar Jepang) yang dapat melakukan seiza dengan baik.
artforia.comartforia.comSeiza adalah cara duduk wajib pada upacara-upacara resmi di Jepang seperti pemakaman dan upacara minum teh, para orang tua jepang atau lansia biasanya mendapatkan kebijakan khusus untuk tidak melakukan seiza.
Jika anda berwisata mengunjungi kuil atau mengikuti upacara minum teh pasti anda akan menemukan saat diperlukannya duduk secara Seiza ini, cobalah namun bila anda tidak terbiasa dan sakit jangan dipaksakan segera berganti posisi duduk seperti posisi bersila. Jika Anda merasa perlu, beralihlah ke posisi yang lebih nyaman seperti bersila di lantai. Banyak orang Jepang menganggap seiza nyaman untuk jangka waktu hingga 30 menit. Namun bagi warga Jepang yang telah terbiasa duduk seiza terkadang dilakukan pada waktu luang mereka.
artforia.com

Cara Mudah Membuat Kipas Lipat Jepang

DIY&CraftSebuah kipas lipat adalah salah satu kerajinan tangan serta alat yang sering digunakan oleh masyarakat Jepang sejak dahulu, di Jepang sebuah kipas lipat atau disebutnya folding fan adalah alat yang digunakan bukan hanya sekedar untuk melepas panas ditubuh saja, kipas lipat ini menjadi salah satu unsur penting didalam budaya Jepang serta kesenian Jepang dimana sering terlihat pada beberapa pentas seni yang menggunakan kipas lipat sebagai salah satu alatnya. Kali ini Artforia ingin memberikan tutorial untuk membuat kipas lipat yang simpel dan sederhana yang tentunya dapat mudah anda ikuti.

Simak Juga : Mengenal Shodo Sebuah Seni Kaligrafi Jepang

artforia.comBahan-Bahan yang perlu anda miliki.

  • Kertas dekoratif yang tebal sepanjang 12 inci x 12 inci (seperti yang digunakan untuk scrapbooking) atau hiasi kertas Anda sendiri.
  • Selotip
  • Gunting
  • Staples
  • Potongan pita sekitar satu kaki panjangnya

Cara Membuatnya.

  1. Letakkan kertas pada alas yang datar lalu kemudian lipat kertas tersebut secara horisontal sepanjang 1 inci dari bawah. Lalu kemudian balikkan kertas dan kencangkan lipatannya inci demi inci dari sisi pertama sampai sisi berikutnya, buat lipatan akordeon pada ujung kertas.
    2. Putar kipas sepanjang satu setengah inci dari bawah dan gunakan staples untuk membuat pegangannya
    3. Tempelkan selotip di sekeliling pita dan dasi pita ini untuk menutupinya. Biarkan ujung pita menjuntai

artforia.com

artforia.com

Meriahnya Acara Pentas Malam Seni Roppongi 2017

Seni Budaya Jepang – Pada tanggal 30 September sampai 1 Oktober nanti akan diadakan acara pentas malam seni pada daerah Roppongi, Tokyo. Acara ini merupakan sebuah pentas seni yang cukup besar di Jepang dimana selalu dilakukan pada malam hari sesuai dengan judulnya, akan terdapat beberapa artist undangan dan kali ini pada tahun 2017 artist utamanya adalah Mika Ninagawa seorang photographer dan juga direktur film, Tema untuk tahun ini adalah ‘Mirai no Matsuri’ (festival masa depan), dan Roppongi Art Night sangat antusias menyambut fotografer dan sutradara Mika Ninagawa sebagai artis utama.

Simak Juga : Ulasan Singkat Tokyo Game Show 2017 Dari Artforia

artforia.comartforia.comSelain itu, Roppongi Art Night akan meluncurkan ‘Southeast Asia Project’ di mana seniman dari Asia Tenggara dan juga seniman Jepang akan melakukan kerja sama dengan komunitas Roppongi dan masyarakatnya untuk menciptakan dan menyajikan seni yang sangat memukau. Visual tahun ini dirancang oleh groovisions dengan menggunakan foto Mika Ninagawa. Karya seni grafis akan dipajang di sekitar kota sebagai ikon Roppongi Art Night 2017.

Apa yang terlintas dalam pikiran saat mendengar kata ‘matsuri (festival)’? Definisi umum untuk matsuri adalah ‘tindakan berdoa atau menyembah tuhan atau nenek moyang untuk bersyukur atau untuk menghibur roh’. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, festival musik dan festival seni semuanya dianggap sebagai matsuri. Acara-acara seperti ini sebenarnya memiliki banyak manfaat dan salah satunya adalah mempererat tali persaudaran dengan sebuah karya seni, Roppongi Art Night 2017 tahun ini, akan menampilkan seni dan pertunjukan dari seluruh dunia, termasuk banyak dari Asia, yang mengusulkan bentuk kreatif baru dalam konsep ‘Matsuri’.

artforia.comartforia.com

artforia.com

Kisah Legenda Terkenal Yamata No Orochi

Seni Budaya Jepang – Sebuah legenda terkenal di Jepang memang sangat banyak terutama yang berunsur dewa-dewi karena memang Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki sejarah mitos sangat banyak, dengan mayoritas penduduknya yang beragama Shinto dan juga Buddha memang memperkuat banyaknya kisah-kisah legenda tentang dewa-dewa dan kekuatan spritual, seperti salah satunya legenda yang terkenal adalah tentang Yamata-No-Orochi yang akan Artforia jelaskan pada artikel ini.

Simak Juga : Legenda Ketiga Dewa Amaterasu Susanoo Dan Tsukuyomi

artforia.comLegenda Yamata no Orochi awalnya tercatat dalam dua teks kuno tentang mitologi dan sejarah Jepang. Ca. 680M Kojiki mentranskripsikan nama naga ini sebagai 八 岐 遠 呂 智 dan Ca. 720M Nihongi menulisnya sebagai 八 岐 大蛇. Namun dalam kedua versi mitos Orochi kisah dewa badai Shinto Susanoo atau Susa-no-Ō diusir dari Surga karena menipu adiknya Amaterasu sang dewi matahari tetap ada.

Setelah pengusiran dari Surga, Susanoo bertemu dengan dua “dewa duniawi” (國 神, kunitsukami) di dekat kepala Sungai Hi (簸 川), yang sekarang disebut Sungai Hii ( 斐伊川), di Provinsi Izumo. Kedua dewa duniawi tersebut menangis karena mereka terpaksa memberi anak perempuan mereka setiap tahun kepada Orochi dan sudah berselang 7 tahun lamanya, sekarang mereka harus mengorbankan putrinya yang kedelapan, Demi menyelamatkan Kusinada anak dari kedua dewa duniawi tersebut, Susanoo menikahi dia dan menyihirnya menjadi sebuah sisir yang ia selipkan di rambutnya, setelah itu Susanoo memerintah kepada pasangan suami istri tersebut untuk meramu sake dan menyulingnya sebanyak delapan kali, dan juga membuat delapan gerbang penutup yang masing-masing berisi segentong sake. Yamata-no-Orochi pun terpancing untuk menghampiri umpan yang direncanakan.

artforia.comartforia.comDalam keadaan mabuk, Susanoo pun memotong semua leher Orochi dan ketika dia memotong-motong ekor naga itu, pedangnya patah dan tertancap di tubuh Yamata-no-Orochi sehingga memberikan kekuatan lebih. Setelah terkalahkan, Susanoo pun mencabut pedangnya, dan kini pedang itu telah menjelma menjadi pedang sakti yang bernama Kusanagi yang juga terkenal sampai sekarang. Pedang tersebut selanjutnya diberikan kepada Amaterasu, beberapa kisah ini sangat terkenal dan bahkan telah memasuki budaya pop kultur Jepang seperti terlihat sosok Orochi yang masuk kedalam manga, anime dan film Jepang, seperti contohnya adalah tokoh Orochimaru dalam manga dan anime terkenal Naruto lalu didalam Yu-Gi-Oh sebagai salah satu monster bernama Yamata Dragon serta masih banyak lagi kisahnya yang diadaptasi dalam dunia pop kultur saat ini.

artforia.com

Budaya Penggunaan Kata Irasshaimase Di Jepang

Berita Lifestyle Jepang – Bagi anda yang pernah berkunjung kesebuah toko atau tempat pelayanan lainnya yang berbasis Jepang pasti pernah mendengar sebuah kata khas yang diucapkan oleh seorang pelayan atau pemilik toko disana, yap kata itu adalah Irasshaimase! yang merupakan kata wajib didalam budaya kehidupan Jepang bagi para pemiliki toko atau tempat-tempat lainnya kepada tamu yang datang, sebenarnya tidak jauh berbeda dari budaya luar yang biasa mengucapkan Selamat Datang, Silahkan Masuk dan semacamnya.

Simak Juga : Cara Orang Tua Jepang Dalam Mendidik Anaknya

artforia.comIrasshaimase adalah cara tradisional masyarakt Jepang untuk menyambut pelanggan mereka yang pada dasarnya merupakan cara yang sangat sopan untuk mengatakan “tolong masuk”. Dikatakan oleh staf di Jepang saat mereka pertama kali melihat seorang pelanggan. Staf di lokasi yang sibuk seperti toserba mungkin mengatakannya ribuan kali sehari, setiap kali pelanggan lewat. Di izakaya biasa bagi semua staf untuk berteriak “Irasshaimase!” serentak setiap kali pelanggan masuk. Ini bisa memiliki efek dramatis saat melakukannya dengan benar. Sebagian besar bisnis Jepang melakukan fase penyambutan ini dengan cukup serius. Staf yang menyambut pelanggan dengan nada apatis mungkin disiplin. Sebagai pelanggan anda tidak perlu membalas irasshaimase, berkat budaya ini juga Jepang menjadi salah satu negara yang paling sopan di dunia.

artforia.com

artforia.com

Pembuatan Tradisional Kue Mochi Jepang

Tradisi Budaya Jepang – Seperti yang kamu ketahui bila kue Mochi memang berasal dari negara Jepang, tetapi kebanyakan orang hanya mengetahui makanannya saja tanpa mengetahui cara membuatnya, pembuatan kue Mochi sendiri sebenarnya sangatlah unik dan tradisional. Untuk penjelasannya Mochi merupakan sebauh kue yang terbuat dari beras yang secara tradisional dibuat dengan cara menumbuknya menggunakan palu kayu besar dan juga wadah kayu atau batu, jenis beras yang digunakan berbagai macam yang disebut dengan Mochigome. Hasilnya akan berbentuk seperti adonan lengket yang mengembang menjadi sebuah bentuk, proses pembuatan Mochi memang sederhana dan mirip seperti pembuatan roti namun sangat populer, tidak sedikit masyarakat Jepang yang menyukai kue Mochi dan bahkan wisatawan-wisatawan juga sangat menyukai kue tahun baru ini.

Simak Juga : 4 Peraturan Umum Yang Harus Anda Ketahui Ketika Berkunjung Ke Jepang

artforia.comartforia.comPada saat ini pabrik-pabrik pembuatan kue ini memang telah banyak sehingga menyebabkan kue ini selalu banyak dan hadir pada pusat-pusat perbelanjaat seperti supermarket, meskipun begitu masyarakat Jepang tetapi senang membuat sendiri secara tradisional terutama pada acara-acara besar seperti Tahun baru, asal mula makanan ini sendiri belum dapat dipastikan sampai saat ini dan menurut beberapa catatan sejarah makanan Mochi lahir mengikuti budaya kelahiran padi pada periode Yayoi pada tahun 300SM-300M, dikatakan juga bila Mochi menjadi makanan untuk para dewa pada jaman kerajaan Heian maka dari itu sampai sekarang juga dalam agama Shinto sering sekali ada persembahan kue Mochi.

artforia.com

artforia.com

5 Hobi Tradisional Masyarakat Jepang

Dunia Hobby Jepang – Sebuah hobi memang merupakan hal yang paling diutamakan dinegara Jepang itu terbukti dengan banyaknya festival-festival atau sebuah acara yang merayakan sebuah hobi, namun tidak hanya hobi modern saja yang memang terkenal di Jepang tetapi juga beberapa hobi tradisional yang ada sejak dahulu dan bahkan ada yang sudah ada sejak jaman perang dahulu, mari simak berikut ini mengenai 5 hobi tradisional masyarakat Jepang.

Simak Juga : Alasan Mengapa Game Berkonsep Gacha Populer Di Jepang

 

Karaoke

artforia.comMeskipun Karaoke merupakan sebuah hobi yang dilakukan hampir seluruh negara di dunia pada saat ini, namun memang membuktikan dan juga menjadi alasan kuat mengapa banyaknya tempat-tempat karaoke di Jepang, karena masyarakat Jepang memang telah memiliki hobi ini sejak lama dan mesin karaoke pertama kali diciptakan oleh musisi terkenal Daisuke Inoue pada tahun 1971. Dari mulai karaoke bar, karaoke center sampai karaoke bersama keluarga adalah hobi yang sering dilakukan oleh masyarakat Jepang hingga saat ini terutama pada akhir pekan.

 

Kaligrafi (Shodo)

artforia.comHobi ini merupakan hobi yang sudah sangat lama ada di Jepang dan juga menjadi salah satu seni budaya lokal negara sakura, hobi menulis tulisan dengan indah atau disebutnya kaligrafi dan di Jepang disebutnya dengan sebutan Shodo adalah sebuah hobi namun juga termasuk sebuah kesenian. Hobi ini biasanya lebih disukai oleh kalangan orang tua di Jepang terutama kaum laki-laki tetapi memang tidak memungkiri kalau wanita serta remaja juga ada yang menyukainya.

 

Menanam Pohon Bonsai

artforia.comMenanam dan mengoleksi pohon bonsai adalah salah satu hobi yang ciri khas dari masyarakat Jepang, hobi ini dekat dikalangan para orang tua terutama laki-laki sama seperti Shodo Kaligrafi, Pohon Bonsai juga merupakan sebuah hobi yang memiliki unsur seni dimana biasanya para pemilik pohon ini akan mendesain seindah mungkin pohon-pohon koleksi mereka, untuk soal harga dari setiap pohon bonsai bermacam-macam dan bahkan ada harganya yang sangat mahal, bisa dikatakan hobi ini mirip dengan hobi mengoleksi figure pada jaman modern saat ini yang dilakukan oleh para remaja-remaja Jepang.

 

Ikebana

artforia.comIkebana merupakan sebuah hobi tradisional masyarakat Jepang yang sangat terkenal terutama dikalangan perempuan, hobi ini adalah sebuah hobi dimana seseorang menyusun atau mendesain sebuah kumpulan-kumpulan bunga pada suatu wadah kecil seperti pot bunga, hobi ini sangat populer sekali dikalangan wanita terutama pada wanita tua, seperti ibu-ibu atau nenek-nenek. Ikebana juga merupakan sebuah hobi yang memiliki unsur seni yang tinggi dimana sekarang telah ada beberapa kursus-kursus Ikebana yang dibuka dan telah banyak diikuti oleh masyarakat Jepang maupun masyarakat asing.

 

Panchinko

artforia.comBisa dibilang ini adalah hobi yang unik dimiliki oleh masyarakat Jepang dan juga merupakan Las Vegasnya Jepang. Pachinko merupakan sebuah pusat permainan judi khas Jepang yang menggunakan alat mesin slot, rata-rata masyarakat yang bermain disini adalah orang tua, terdapat berbagai macam mesin arcade Pachinko yang tersedia dipusat-pusat permainan pada saat ini, Mesin pachinko menyerupai mesin pinball vertikal, namun berbeda dengan pinball Barat dalam beberapa cara menggunakannya. Pertama, mesin pachinko menggunakan bola baja berukuran kecil (11mm diameter), bola ini akan disewakan kepada para pemain oleh pemiliki pachinko. Pemain memasukan satu atau lebih bola ke dalam mesin, lalu menekan dan melepaskan pegangan pegas, yang dilekatkan pada palu berlapis di dalam mesin, sehingga menyebabkan bola meluncur ke trek yang telah tersedia didalam mesin Pachinko tersebut, terdapat jalur-jalur yang berbeda pada mesin pachinko dan salah satunya bisa mendapatkan Jackpot bila bola tersebut masuk kedalam jalur tersebut. Sebenarnya sebuah perjudian dengan uang tunai adalah ilegal di Jepang tetapi pachinko merupakan sebuah permainan judi tanpa menggunakan uang tunai secara langsung dimana sistemnya lebih mirip seperti permainan arcade dimana pemain bisa menukar hadiahnya dengan sebuah token atau barang dan nantinya bisa dijadikan uang pada tempat yang berbeda sehingga permainan Pachinko tetap legal di Jepang.

Itulah ke 5 hobi tradisional masyarkat Jepang yang mungkin anda belum ketahui!.

artforia.com

Pesta Bonenkai Cara Orang Jepang Melupakan Lelahnya Pekerjaan

Seni Budaya Jepang – Seperti yang telah banyak diketahui tentang budaya Jepang dimana sebuah pekerjaan adalah sebuah tanggung jawab yang besar, masyarakat Jepang yang terkenal dengan kerja keras dan sangat bertanggung jawab memang membuat dunia pekerjaan begitu melelahkan sehingga tidak heran bila cukup banyak masyarakat Jepang yang merasa stress dengan kehidupan kerjanya, beberapa kasus bunuh diri di Jepang juga sebagian besar disebabkan oleh pekerjaan, namun ada sebuah cara yang unik yang juga telah dilakukan sejak lama dan menjadi budaya tersendiri oleh masyarakat Jepang yaitu adalah Bonenkai Parties atau Pesta Bonenkai.

Simak Juga : Bambu Keberuntungan Fukusasa Dalam Festival Ebisu

artforia.comartforia.comLebih jelasnya pesta Bonenkai adalah pesta para pekerja kantor yang diadakan pada bulan Desember. Istilah itu secara harfiah berarti “pesta melupakan tahun.” Sebagian besar perusahaan biasanya melakukannya setiap tahun, dalam banyak acara biasanya Bonenkai diadakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Tetapi ada juga yang melakukan pesta Bonenkai dengan para teman-teman kerja atau seperjuangan, pesta ini membuat anda akan kesulitan untuk mendapatkan tempat pada bulan desember di Izakaya (sebuah pub tempat untuk berminum-minum alkohol di Jepang).

Besar atau kecilnya sebuah pesta Bonenkai tergantung dari perusahaan atau para pekerja kantor itu sendiri, dan hampir seluruh perusahaan dan para pekerja kantor akan menghadiri pesta ini setiap tahunnya, sebagian besar untuk perusahaan besar dan kecil menyelenggarakan pesta ini pada Izakaya itulah yang menyebabkan mengapa anda akan kesulitan untuk mendapatkan tempat di Izakaya pada bulan Desember karena rata-rata sudah dibook oleh perusahaan, untuk perusahaan besar atau elit biasanya mereka menyewa hotel atau ruang serba guna. Yang membuat pesta ini lebih menarik adalah biasanya setelah acara pertama selesai akan ada pesta bonenkai kedua yang memang akan membuat banyak pesertanya kewalahan dan membuat orang-orang menyatakan pesta bonenkai adalah acara yang paling liar.

artforia.com