Kehidupan Jepang | ARTFORIA

Kehidupan Jepang

artforia.com

Etika Umum Masyarakat Jepang Dalam Pemandian Onsen

Berita Lifestyle Jepang – Onsen merupakan sebuah tempat yang sangat tradisional di Jepang dimana Onsen merupakan sebuah sumber air panas yang biasanya digunakan menjadi sebuah pemandian air panas dan digunakan secara bersama-sama, tradisi Onsen sendiri telah berlangsung sangat lama sejak jaman Jepang kuno dan sampai ini Onsen telah mengalami beberapa perubahan dan perkembangan, terdapat beberapa etika umum dalam melakukan Onsen bagi orang Jepang yang mungkin harus anda ketahui sebelum anda melakukannya ketika berlibur ke Jepang nanti.

Simak Juga : Mengenal Budaya Duduk Orang Jepang Atau Disebut Seiza

artforia.comDilarang Menggunakan Pakaian Renang

Pada setiap Onsen umumnya tidak memperbolehkan para penggunanya menggunakan pakaian renang oleh karena itu anda jangan sampai memakainya, tetapi sebagian Onsen terutama Onsen yang memiliki tema water park dan mixed gender biasanya memperbolehkan para penggunanya menggunakan pakaian renang.

Kebersihan Tubuh

Para pengguna Onsen diharuskan memiliki tubuh yang bersih sebelum berendam dipemandian air panas ini, maka dari itu para pengguna Onsen biasanya akan mandi terlebih dahulu pada tempat pemandian atau Sento yang disediakan oleh para pemilik Onsen.

Handuk

Pada jenis onsen apapun, anda akan diberikan 2 jenis handuk yaitu kecil dan besar atau terkedang bisa menyewanya. Namun pada pemandian umum biasa terkadang layanan ini tidak tersedia sehingga anda harus membawanya sendiri, handuk besar adalah untuk pengeringan tubuh dan harus ditinggalkan di ruang ganti (bersama dengan pakaian anda), sedangkan handuk kecil untuk mencuci dan bisa dibawa ke area mandi. Anda bisa membawa handuk kecil anda ke kamar mandi dan biasanya para orang Jepang akan menempatkan handuk kecil diatas kepala mereka!.

Rambut & Kepala

Jika anda memiliki rambut yang tebal dan panjang terutama wanita sebaiknya selalu bawa ikat rambut anda dan bungkus dengan handuk, hal ini dikarenakan untuk menghindari air Onsen yang kotor karena adanya rambut-rambut yang rontok. Serta janganlah menenggelamkan kepala anda kedalam air Onsen karena menurut beberapa nasihat pakar kesehatan bagian kepala adalah bagian yang sensitif oleh karena itu lebih mudah terkena infeksi dan Onsen merupakan tempat pemandian bersama yang tentunya memiliki kemungkinan adanya sesuatu yang masuk bila anda menenggelamkan kepala kedalam air Onsen.

Tatto

Mengapa tatto masuk kedalam etika Onsen? hal ini karena sebuah tatto merupakan hal yang tabu didalam budaya Jepang, mengikuti kisah sejarah dimana orang-orang yang memiliki tatto rata-rata adalah seorang kriminal atau penjahat seperti seorang Yakuza, karena masyarakat Jepang yang sensitif dengan tatto rata-rata Onsen terutama onsen tradisional melarang adanya sebuah tatto pada tubuh pelanggan, namun bila tatto anda kecil mungkin bisa ditutupi oleh sesuatu namun bila besar akan menjadi kendala dan sebaiknya anda menyewa Onsen pribadi pada ryokan atau hotel.

Itulah beberapa etika umum dalam melakukan Onsen bagi masyarakat Jepang semoga dapat bermanfaat untuk anda bila ingin mencoba Onsen ketika berwisata ke Jepang!.

artforia.com

artforia.com

Mengenal Budaya Duduk Orang Jepang Atau Disebut Seiza

Berita Lifestyle Jepang – Jepang adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya tradisional turun temurun dari jaman dahulu yang masih dilakukan dan ditekuni hingga saat ini, hal tersebut memang tidak terlepas dari pemerintah Jepang yang sangat pintar dalam menjaga tradisi negaranya serta dukungan para masyarakat yang koperatif membuat banyak sekali budaya-budaya Jepang yang menjadi sangat terkenal didunia luar seperti salah satunya adalah budaya duduk Jepang yang bernama Seiza ini.

Simak Juga : Alasan Mengapa Orang Jepang Begitu Menyukai Onsen

artforia.comSeiza adalah cara tradisional untuk duduk di lantai tatami Jepang. Ini dianggap sebagai cara yang tepat untuk duduk dalam acara formal seperti menghadiri acara ritual di Kuil Shinto. Budaya ini juga banyak diterapkan di dalam seni bela diri Jepang dimana postur tubuh dapat dikoreksi dengan ketat. Kebanyakan orang begitu juga masyarakat Jepang menyatakan bila cara duduk seiza adalah hal yang sulit dilakukan untuk jangka panjang, sehingga biasanya orang yang belum terbiasa maupun orang tua tidak akan bertahan lama dengan posisi duduk ini tetapi biasanya orang Jepang akan memaklumi hal ini.

Kata Seiza sendiri memiliki arti yaitu “duduk tepat”. Untuk duduk secara seiza anda harus meletakan lutut anda di lantai sehingga melipat kaki anda kebelakang dan istirahatkan bokong anda di atas kaki Anda. Bagian atas kaki anda harus rata di lantai. Duduk seiza bisa terasa menyakitkan atau secara fisik tidak mungkin bagi siapa saja yang tidak terbiasa melakukannya. Maka Seiza biasanya paling baik dipelajari sejak usia muda, maka dari itu banyak yang menyatakan bila orang asing tidak akan bisa melakukan Seiza. Namun sebenarnya cara duduk seiza lebih merupakan soal latihan daripada fisik, maka dari itu kini sudah cukup banyak para gaijin (orang luar Jepang) yang dapat melakukan seiza dengan baik.
artforia.comartforia.comSeiza adalah cara duduk wajib pada upacara-upacara resmi di Jepang seperti pemakaman dan upacara minum teh, para orang tua jepang atau lansia biasanya mendapatkan kebijakan khusus untuk tidak melakukan seiza.
Jika anda berwisata mengunjungi kuil atau mengikuti upacara minum teh pasti anda akan menemukan saat diperlukannya duduk secara Seiza ini, cobalah namun bila anda tidak terbiasa dan sakit jangan dipaksakan segera berganti posisi duduk seperti posisi bersila. Jika Anda merasa perlu, beralihlah ke posisi yang lebih nyaman seperti bersila di lantai. Banyak orang Jepang menganggap seiza nyaman untuk jangka waktu hingga 30 menit. Namun bagi warga Jepang yang telah terbiasa duduk seiza terkadang dilakukan pada waktu luang mereka.
artforia.com

Budaya Penggunaan Kata Irasshaimase Di Jepang

Berita Lifestyle Jepang – Bagi anda yang pernah berkunjung kesebuah toko atau tempat pelayanan lainnya yang berbasis Jepang pasti pernah mendengar sebuah kata khas yang diucapkan oleh seorang pelayan atau pemilik toko disana, yap kata itu adalah Irasshaimase! yang merupakan kata wajib didalam budaya kehidupan Jepang bagi para pemiliki toko atau tempat-tempat lainnya kepada tamu yang datang, sebenarnya tidak jauh berbeda dari budaya luar yang biasa mengucapkan Selamat Datang, Silahkan Masuk dan semacamnya.

Simak Juga : Cara Orang Tua Jepang Dalam Mendidik Anaknya

artforia.comIrasshaimase adalah cara tradisional masyarakt Jepang untuk menyambut pelanggan mereka yang pada dasarnya merupakan cara yang sangat sopan untuk mengatakan “tolong masuk”. Dikatakan oleh staf di Jepang saat mereka pertama kali melihat seorang pelanggan. Staf di lokasi yang sibuk seperti toserba mungkin mengatakannya ribuan kali sehari, setiap kali pelanggan lewat. Di izakaya biasa bagi semua staf untuk berteriak “Irasshaimase!” serentak setiap kali pelanggan masuk. Ini bisa memiliki efek dramatis saat melakukannya dengan benar. Sebagian besar bisnis Jepang melakukan fase penyambutan ini dengan cukup serius. Staf yang menyambut pelanggan dengan nada apatis mungkin disiplin. Sebagai pelanggan anda tidak perlu membalas irasshaimase, berkat budaya ini juga Jepang menjadi salah satu negara yang paling sopan di dunia.

artforia.com

artforia.com

Kehidupan Di Jepang Yang Digemari Para Wistawan Luar Negeri

Tradisi Budaya Jepang – Tahukah anda mengapa Jepang menjadi salah satu negara yang dikunjungi oleh banyak wisatawan luar negeri terutama oleh wisatawan dari barat seperti Eropa dan Amerika, tentu hal tersebut karena beberapa hal. Seperti yang dilansir dalam sebuah situs kebudayaan dan juga pemberitaan dari beberapa media negara matahari terbit ini memiliki banyak sekali budaya-budaya yang sangat terjaga dan ditampilkan dengan sangat baik oleh masyarakatnya, dukungan pemerintah serta masyarakat membuat Jepang memang sebuah negara yang kaya akan sebuah budaya.

Simak Juga : Jepang Mulai Khawatirkan Budaya Kerja Yang Berlebihan

artforia.comSeperti yang dinyatakan oleh seorang blogger yang mengatakan hal sebenarnya yang membuat para masyarakat barat sangat tertarik dengan Jepang adalah kehidupan sehari-hari disana bukan soal tempat wisatanya menurutnya hal-hal kecil yang biasa dilakukan oleh orang Jepang dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam lingkungan kerja sangat berbeda dengan sebagian besar negara lain terutama negara-negara bagian Eropa dan Amerika, seperti contohnya bila anda memesan sebuah perabotan rumah tangga atau barang lainnya maka akan diantar secara tepat waktu dan pengirimnya akan memastikan tidak membuat kerusakan pada rumah anda sedikit pun, Jika Anda memesan sesuatu di toserba, setiap asisten tampaknya mampu membungkusnya dengan keterampilan profesional, hal-hal sekecil itu lah yang membuat masyarakat barat tertarik untuk merasakan kehidupan sehari-hari di Jepang.

artforia.comartforia.comJepang juga sebagai negara dikenal memiliki pelayanan salon yang maksimal dengan harga yang minimal, tidak seperti di Eropa dan Amerika dimana harga layanan salon pria maupun wanita sangat mahal. Selain itu angkutan umum seperti Kereta dan Bis di Jepang memang lebih unggul jika dibandingkan beberapa negara lain, bayangkan saja bila anda pergi kemana-mana mendapatkan pelayanan yang sangat profesional dan berkualitas tinggi dan itu bisa anda rasakan dalam kehidupan sehari-hari di Jepang.

artforia.comInilah daftar hal-hal yang membuat Jepang unggul dari negara lain.

Kereta – Kualitas pelayanan kereta serta teknologi kereta yang digunakan.

Sepeda – Kualitas produk sepeda yang baik dan jalur-jalur sepeda yang disediakan

Makanan – Sama seperti negara-negara asia lainnya Jepang memang sangat unggul dalam hal makanan dari negara-negara Eropa dan Amerika.

Pelayanan – Hampir seluruh pelayanan di Jepang ternilai sangat profesional dan berkualitas tinggi dari mulai pelayanan restoran, hotel, salon, kendaran umum, dan lainnya.

artforia.com

Jepang Mulai Khawatirkan Budaya Kerja Yang Berlebihan

Tradisi Budaya Jepang – Masyarakat Jepang memang dikenal sangat rajin bekerja oleh karena itu sampai-sampai rata-rata jam tidur disana hanya 4 jam saja dalam sehari, namun sebenarnya bukan dari pihak pekerja saja yang memang gemar melebihkan porsi jam kerja mereka tetapi beberapa pihak perusahaan di Jepang juga sering menjadwalkan sangat padat jam kerjanya, hal ini membuat tingkat bunuh masyarakat Jepang akibat stress dan pekerjaan cukup meningkat tajam.

Simak Juga : Mengenal Upacara Minum Teh Mine Somi Kubose

artforia.comartforia.comSemakin buruknya kondisi ini tentu membuat pemerintahan Jepang mengambil langkah dan dikabarkan pemerintah sedang mencoba untuk merubah mindset pola kerja yang seperti ini, juru bicara dari gubernur Jepang menyatakan bila “Jepang membutuhkan perubahan dalam kultur kerja dalam jangka waktu yang panjang seperti ini dan lebih memiliki waktu untuk anak-anak, keluarga atau merawat orang tua mereka”. Untuk merubah kultur ini memang tidak bisa tanpa sebuah pergerakan maka dari itu gubernur Jepang sudah mulai bekerja sama dengan para kelompok bisnis akan meluncurkan kampanye “Premium Friday” pada bulan Februari lalu untuk mendorong perusahaan membiarkan pekerja pulang lebih awal pada hari Jumat terakhir setiap bulannya untuk pergi keluar dan bersenang-senang. Namun ada beberapa perusahaan yang mengambil langkah mereka sendiri untuk mengurangi jam kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel.

artforia.comBudaya kerja yang sangat banyak ini memang bagus untuk hal ekonomi tetapi tidak untuk kesehatan dan juga mental para pekerjanya, belum lama ini juga dikabarkan seorang pekerja wanita di Jepang bunuh diri setelah lebih 100 jam lembur di tempat kerjanya, langkah baik juga mulai dilakukan oleh sebuah perushaan Suntory Holdings Ltd dengan memperluas sistem kerjanya dengan menggunakan program kerja dari rumah serta perusahaan Yahoo Japan Corp juga menyatakan memberikan karyawannya untuk dapat bekerja jarak jauh selama 5 kali dalam sebulan. Semoga saja dengan banyaknya perubahan-perubahan sistem kerja seperti ini akan membuat lebih baik kondisi para pekerja di Jepang ya pembaca Artforia.

artforia.com

artforia.com

Mengenang Tragedi Pembunuhan Masal Di Akihabara

Artforia – Sebuah bencana ataupun tragedi setiap negara pastilah pernah mengalaminya begitu juga dengan Jepang yang memiliki beberapa tragedi besar salah satunya adalah tragedi pembunuah masal oleh seorang pria di daerah Akihabara dengan menggunakan mobil dan pisau, tragedi ini cukup mengherankan memang awalnya karena tidak ada motif jelas oleh sang pembunuh atas tragedi ini. Tragedi terjadi tepat pada tanggal 8 Juni 2008 hari minggu pada jam 12 siang, tempat lokasi kejadian memang sedang ramai-ramainya ketika itu karena merupakan pusat tempat perbelanjaan anime, game, elektronik dan semacamnya.

Simak Juga : Legenda Burung Houou Pembawa Berkah

Total korban dari kejadian ini tentu cukup besar yaitu adalah kurang lebih adalah 17 orang, pada awal kejadian tersangka membawa truk menabrak ke tengah-tengah kerumunan menyebabkan 3 orang meninggal dan 2 orang luka berat lalu setelah itu tersangka turun dari truk sambil memegang sebuah pisau dan menusuk-nusuk secara membabi-buta kurang lebih sebanyak 12 orang dengan diketahui 4 meninggal dunia dan 8 luka-luka.

artforia.comSetelah melalui beberapa investigasi setelah kejadian ini akhirnya departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo menahan seorang pria bernama Tomohiro Katō yang berusia 25 tahun (加藤 智 大 Katō Tomohiro).  Tersangka, yang mengenakan kaos hitam dengan jaket dan celana putih, adalah penduduk Susono, Shizuoka.  Dia ditahan di Kantor Polisi Manseibashi.  Dua hari kemudian setelah kejadian tersebut pada tanggal 10 Juni, dia dikirim ke Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo. Dia kemudian ditangkap kembali oleh polisi pada tanggal 20 Juni karena dicurigai melakukan pembunuhan. Katō dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Distrik Tokyo pada tahun 2011, dan hukuman dijatuhkan pada banding pada tahun 2015.

artforia.comartforia.comSetelah adanya tragedi ini beberapa cerita-cerita horror bermunculan seperti misalnya arwah para korban yang tidak tenang pada lokasi kejadian suka menampakan wujudnya, rumor-rumor ini populer dikalangan anak sekolah Jepang, si pelaku diketahui memiliki kelainan jiwa dan menurut pernyataan pelaku dirinya menghapus semua kontak dan catatan komunikasi dari telepon genggamnya sesaat sebelum serangan tersebut, yang tujuannya untuk menghindari mengganggu orang di sekitarnya, Katō sang pelaku kemudian mengatakan bahwa dia mengirim pesan online dengan harapan polisi akan memperhatikan dan menghentikannya.

Bagaimana menurut kalian tentang kejadian ini tentunya menjadi sebuah kejadian yang tidak bisa dilupakan terutama bagi masyarkat Jepang, semoga tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini ya!.