Budaya Jepang | ARTFORIA - Part 2

Budaya Jepang

artforia.com

Mengenal Tradisi Pesta Hanami Dibawah Indahnya Bunga Sakura

Tradisi Budaya Jepang – Ketika musim bunga sakura tiba di Jepang memang menjadi saat yang sangat menyenangkan dimana akan terdapat sebuah tradisi yang sering dilakukan masyarakat Jepang pada setiap tahunnya secara rutin yaitu adalah tradisi Hanami, Hanami, yang secara harfiah memiliki arti “melihat bunga”, adalah tradisi Jepang mengadakan pesta di bawah pohon sakura saat mereka mekar. Namun tradisi ini juga bisa berlaku untuk bunga plum yang mekar dalam cuaca yang jauh lebih dingin. Mekarnya bunga sakura adalah sebuah simbol budaya Jepang dengan berbagai macam cara seni seperti musik, sastra dan film

Cara dalam pesta hanami cukup sederhana, Anda meletakkan tikar di bawah pepohonan dan menikmati makanan ringan dan minuman. Obrolan santai biasa dilakukan masyarakat Jepang dalam menjalani tradisi Hanami bersama keluarga atau rekan kerja mereka atau bahkan terkadang akan berlangsung cukup meriah dengan beberapa hiburan musik disekitarnya.

Simak Juga : Tradisi Melempar Garam Dalam Olahraga Sumo

artforia.comTradisi pesta Hanami adalah acara yang sangat meriah dan populer di Jepang sehingga hampir seluruh area di Jepang yang memiliki bunga sakura akan mengadakan tradisi ini, sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jepang untuk memesan tempat pesta di bawah pepohonan dengan tikar. Dalam beberapa kejadian terkadang orang Jepang rela datang ke lokasi lebih awal sebelum acara dimulai demi mendapatkan terlebih dahulu tempat yang bagus dibawah bunga sakura untuk tradisi Hanami.

Melepas sepatu sebelum naik ke atas tikar adalah hal yang sangat diwajibkan dalam tradisi ini, Terdapat pepatah lain dalam tradisi ini oleh masyarakat Jepang yaitu adalah “dumpling over flower”. Arti dari pepatah tersebut adalah orang sering lebih tertarik pada makanan dan minuman pada pesta hanami daripada bunga itu sendiri, pepatah itu mungkin ada benarnya karena sebagian besar masyarakat yang menghadiri pesta Hanami ini lebih sibuk makan dan minum ketimbang melihat bunga sakuranya.

artforia.comartforia.comMungkin anda akan mengira bila pesta Hanami akan berlangsung cukup sunyi dan tenang tetapi hal tersebut sangat berbeda karena sebenarnya sebagian besar pesta Hanami adalah tradisi pesta yang cukup meriah sehingga mungkin saja ada seorang DJ yang bermain musik dengan suara yang cukup besar seperti sedang melakukan konser, minum-minum pada luar ruangan dengan panorama yang indah memang sebuah budaya Jepang sedari dulu yang juga masuk kedalam tradisi Hanami.

artforia.com

Etika Umum Masyarakat Jepang Dalam Pemandian Onsen

Berita Lifestyle Jepang – Onsen merupakan sebuah tempat yang sangat tradisional di Jepang dimana Onsen merupakan sebuah sumber air panas yang biasanya digunakan menjadi sebuah pemandian air panas dan digunakan secara bersama-sama, tradisi Onsen sendiri telah berlangsung sangat lama sejak jaman Jepang kuno dan sampai ini Onsen telah mengalami beberapa perubahan dan perkembangan, terdapat beberapa etika umum dalam melakukan Onsen bagi orang Jepang yang mungkin harus anda ketahui sebelum anda melakukannya ketika berlibur ke Jepang nanti.

Simak Juga : Mengenal Budaya Duduk Orang Jepang Atau Disebut Seiza

artforia.comDilarang Menggunakan Pakaian Renang

Pada setiap Onsen umumnya tidak memperbolehkan para penggunanya menggunakan pakaian renang oleh karena itu anda jangan sampai memakainya, tetapi sebagian Onsen terutama Onsen yang memiliki tema water park dan mixed gender biasanya memperbolehkan para penggunanya menggunakan pakaian renang.

Kebersihan Tubuh

Para pengguna Onsen diharuskan memiliki tubuh yang bersih sebelum berendam dipemandian air panas ini, maka dari itu para pengguna Onsen biasanya akan mandi terlebih dahulu pada tempat pemandian atau Sento yang disediakan oleh para pemilik Onsen.

Handuk

Pada jenis onsen apapun, anda akan diberikan 2 jenis handuk yaitu kecil dan besar atau terkedang bisa menyewanya. Namun pada pemandian umum biasa terkadang layanan ini tidak tersedia sehingga anda harus membawanya sendiri, handuk besar adalah untuk pengeringan tubuh dan harus ditinggalkan di ruang ganti (bersama dengan pakaian anda), sedangkan handuk kecil untuk mencuci dan bisa dibawa ke area mandi. Anda bisa membawa handuk kecil anda ke kamar mandi dan biasanya para orang Jepang akan menempatkan handuk kecil diatas kepala mereka!.

Rambut & Kepala

Jika anda memiliki rambut yang tebal dan panjang terutama wanita sebaiknya selalu bawa ikat rambut anda dan bungkus dengan handuk, hal ini dikarenakan untuk menghindari air Onsen yang kotor karena adanya rambut-rambut yang rontok. Serta janganlah menenggelamkan kepala anda kedalam air Onsen karena menurut beberapa nasihat pakar kesehatan bagian kepala adalah bagian yang sensitif oleh karena itu lebih mudah terkena infeksi dan Onsen merupakan tempat pemandian bersama yang tentunya memiliki kemungkinan adanya sesuatu yang masuk bila anda menenggelamkan kepala kedalam air Onsen.

Tatto

Mengapa tatto masuk kedalam etika Onsen? hal ini karena sebuah tatto merupakan hal yang tabu didalam budaya Jepang, mengikuti kisah sejarah dimana orang-orang yang memiliki tatto rata-rata adalah seorang kriminal atau penjahat seperti seorang Yakuza, karena masyarakat Jepang yang sensitif dengan tatto rata-rata Onsen terutama onsen tradisional melarang adanya sebuah tatto pada tubuh pelanggan, namun bila tatto anda kecil mungkin bisa ditutupi oleh sesuatu namun bila besar akan menjadi kendala dan sebaiknya anda menyewa Onsen pribadi pada ryokan atau hotel.

Itulah beberapa etika umum dalam melakukan Onsen bagi masyarakat Jepang semoga dapat bermanfaat untuk anda bila ingin mencoba Onsen ketika berwisata ke Jepang!.

artforia.com

artforia.com

Mengenal Budaya Duduk Orang Jepang Atau Disebut Seiza

Berita Lifestyle Jepang – Jepang adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya tradisional turun temurun dari jaman dahulu yang masih dilakukan dan ditekuni hingga saat ini, hal tersebut memang tidak terlepas dari pemerintah Jepang yang sangat pintar dalam menjaga tradisi negaranya serta dukungan para masyarakat yang koperatif membuat banyak sekali budaya-budaya Jepang yang menjadi sangat terkenal didunia luar seperti salah satunya adalah budaya duduk Jepang yang bernama Seiza ini.

Simak Juga : Alasan Mengapa Orang Jepang Begitu Menyukai Onsen

artforia.comSeiza adalah cara tradisional untuk duduk di lantai tatami Jepang. Ini dianggap sebagai cara yang tepat untuk duduk dalam acara formal seperti menghadiri acara ritual di Kuil Shinto. Budaya ini juga banyak diterapkan di dalam seni bela diri Jepang dimana postur tubuh dapat dikoreksi dengan ketat. Kebanyakan orang begitu juga masyarakat Jepang menyatakan bila cara duduk seiza adalah hal yang sulit dilakukan untuk jangka panjang, sehingga biasanya orang yang belum terbiasa maupun orang tua tidak akan bertahan lama dengan posisi duduk ini tetapi biasanya orang Jepang akan memaklumi hal ini.

Kata Seiza sendiri memiliki arti yaitu “duduk tepat”. Untuk duduk secara seiza anda harus meletakan lutut anda di lantai sehingga melipat kaki anda kebelakang dan istirahatkan bokong anda di atas kaki Anda. Bagian atas kaki anda harus rata di lantai. Duduk seiza bisa terasa menyakitkan atau secara fisik tidak mungkin bagi siapa saja yang tidak terbiasa melakukannya. Maka Seiza biasanya paling baik dipelajari sejak usia muda, maka dari itu banyak yang menyatakan bila orang asing tidak akan bisa melakukan Seiza. Namun sebenarnya cara duduk seiza lebih merupakan soal latihan daripada fisik, maka dari itu kini sudah cukup banyak para gaijin (orang luar Jepang) yang dapat melakukan seiza dengan baik.
artforia.comartforia.comSeiza adalah cara duduk wajib pada upacara-upacara resmi di Jepang seperti pemakaman dan upacara minum teh, para orang tua jepang atau lansia biasanya mendapatkan kebijakan khusus untuk tidak melakukan seiza.
Jika anda berwisata mengunjungi kuil atau mengikuti upacara minum teh pasti anda akan menemukan saat diperlukannya duduk secara Seiza ini, cobalah namun bila anda tidak terbiasa dan sakit jangan dipaksakan segera berganti posisi duduk seperti posisi bersila. Jika Anda merasa perlu, beralihlah ke posisi yang lebih nyaman seperti bersila di lantai. Banyak orang Jepang menganggap seiza nyaman untuk jangka waktu hingga 30 menit. Namun bagi warga Jepang yang telah terbiasa duduk seiza terkadang dilakukan pada waktu luang mereka.
artforia.com

Horyuji Salah Satu Dari 7 Kuil Buddha Terkenal Di Jepang

Seni Budaya Jepang – Membicarakan sebuah kuil tentu negara Jepang memiliki banyak sekali peninggalan kuil pra sejarah, karena memang mayoritasnya yang beragam shinto dan buddha sejak dahulu membuat peninggalan-peninggalan kuil banyak sekali di negara ini, keuntuhan dan kondisi kuil yang masih baik tidak terlepas dari bantuan pemerintah dan masyarakat yang memang begitu menjaga ketat budaya serta tradisi mereka, salah satu kuil terkenal di Jepang yang akan kita bahas kali ini merupakan kuil terkenal dari agama buddha di Jepang yaitu kuil Horyuji yang ada di prefektur Nara.

Simak Juga : Kuil Daikokuji Tempat Favorit Turis Hingga Cosplayer

artforia.comHoryuji merupakan kuil agama buddha yang besar terdapat di Nara, didirikan pada tahun 607 oleh Pangeran Shotoku, Pangeran Shotoku juga orang yang dipercaya mengenalkan Buddhisme ke masyarakat Jepang. Fakta yang paling menarik disini adalah Pagoda pada kuil Horyuji adalah bangunan kayu tertua yang ada di dunia.

Pada tahun 1905 pagoda ini diperkirakan dibangun pada tahun 711 Masehi, namun seorang sejarawan terkenal Jepang meragukan pernyataan tersebut karena desain bangunan yang berbeda dengan desain bangunan lainnya pada periode tahun tersebut. Ketika melalui cukup lama riset dan juga penelitian ulang membuat hasil yang mengejutkan banyak orang yang ternyata bangunan pagoda ini 100 tahun lebih awal dari yang ditetapkan sebelumnya yaitu menjadi 594 Masehi, dengan hasil tersebut sekarang telah ditetapkan bila bangunan pagoda pada kuil Horyuji adalah struktur kayu tertua di dunia dan juga sebagai contoh yang sangat langka dari arsitektur Jepang periode Asuka.

artforia.comartforia.comMasih terdapat bangunan tua yang terkenal lainnya di kuil Horyuji ini dan salah satunya adalah bangunan Yumedono, yang secara harfiah adalah “The Hall of Dreams.”. Bangunan ini juga memiliki catatan sejarah pembangunan pada tahun 739 Masehi. Bentuknya yang tidak biasa dan arsitektur uniknya membuat bangungan ini menjadi inspirasi bagi beberapa bangunan modern di Jepang saat ini dan salah satunya adalah bangunan Nippon Buddokan di Tokyo, Kuil Horyuji ini dapat ditempuh kurang lebih selama 20 menit dengan berjalan kaki dari Stasiun Horyuji, atau juga anda bisa naik bus nomor 97 dari Stasiun Kintetsu, Nara ke halte bus Horyuji-mae dengan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam menggunakan bus tersebut.

Informasi Kuil Horyuji.

Jam Buka : 8: 00-17: 00 (Tutup 30 menit lebih awal untuk November sampai Februari)
Website: http://www.horyuji.or.jp
Tidak ada hari penutupan
Tiket Masuk : 1000 yen

artforia.com

Alasan Mengapa Orang Jepang Begitu Menyukai Onsen

Berita Lifestyle Jepang – Onsen adalah sebuah pemandian air panas tradisional yang dimiliki oleh negara Jepang, beberapa negara memang memiliki tempat-tempat pemandian air panas seperti ini tetapi negara Jepang memiliki pemandian air panas yang sangat berciri khas yaitu disebut Onsen, penjelasan mengenai yaitu Onsen (温泉) adalah sumber air panas vulkanik yang alami dan dengan beberapa rekontruksi menjadi dapat dinikmati untuk relaksasi dan kesehatan. Mandi air panas di Onsen bisa dikatakan sudah menjadi kegemaran masyarakat Jepang, hampir seluruh masyarakt Jepang menyukai Onsen dan hampir mustahil ada yang tidak menyukainya.

Simak Juga : Budaya Penggunaan Kata Irasshaimase Di Jepang

artforia.comPada awalnya sebuah Onsen tradisional Jepang sebenarnya tidak ada pembagian jenis kelamin. Namun semenjak adanya budaya luar yang masuk ke Jepang yang dimulai pada era Meiji ini menjadikan Onsen campur yang tradisional semakin langka ditemukan. Sehingga sekarang terdapat lebih dari 95% onsen di negeri sakura sekarang memiliki Onsen dengan bak mandi yang terpisah untuk pria dan wanita. Anak kecil dapat menemani orang tua ke tempat mandi pria ataupun wanita.

Bagi anak-anak Jepang pengalaman datang ke Onsen pertama kali ketika mereka dalam liburan keluarga. Onsen menjadi alasan utama ketika anda dan juga masyarakat Jepang ketika berlibur ke pedalaman Jepang. Hampir setiap tahun pusat-pusat Onsen ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun turis asing terutama pada hari libur, Onsen memang menjadi salah satu daya tarik terbesar didalam dunia pariwisata Jepang saat ini, terdapat banyak spot-spot Onsen yang terkenal dan menjadi rekomendasi bagi para wisatawan ketika berlibur ke Jepang.

artforia.comartforia.comUntuk menemukan Onsen tidaklah sulit karena sebagian besar hotel dan juga ryokan di Jepang menyediakan fasilitas Onsen, terdapat juga Onsen publik dan pribadi yang bukan merupakan bagian dari hotel atau ryokan. Variasi Onsen juga bermacam-macam ada yang buatan, alami, diluar ruangan dan didalam ruangan. Onsen sendiri menurut masyarakat Jepang memiliki banyak manfaat dan salah satunya sebagai tempat menjalin persahabatan antar sesama dimana anda bisa menemukan banyak teman, rekan kerja dan pasangan.

Onsen dapat ditemukan di kota-kota besar (bahkan di Tokyo). Namun, sebagian besar onsen ada di pedesaan karena memang Onsen sangat cocok dengan suasana pedesaan. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bila negara Jepang memiliki puluhan resort Onsen terkenal di berbagai kota misalnya seperti di Atami dan Hakone (dekat Tokyo).

artforia.comBerikut beberapa jenis Onsen.
1.Healing Onsen (Biasanya digunakan untuk pengobatan-pengobatan dan biasanya Onsen jenis ini airnya mengandung banyak mineral seperti Zat Besi, Natrium Klorida, Belerang, Karbon Radikal dan tingkat PHnya juga beragam dari onsen satu ke onsen healing lainnya)
2. Rotenburo Onsen (Onsen luar ruangan yang biasanya berlokasi pada daerah-daerah gunung atau bukit yang menyatu langsung dengan alam)
3. Konyoku Onsen (Onsen campuran antara pria dan wanita, namun Onsen ini sekarang sudah sangat langka dan termasuk ilegal dibeberapa kota termasuk Tokyo)
4. Private Onsen (Onsen pribadi yang biasanya terdapat pada hotel atau ryokan)
5. Sento (Sebenarnya ini bukanlah termasuk Onsen namun memang mirip hanya saja airnya dipanaskan secara teknologi dan biasanya tempat ini dilakukan untuk mandi bukan hanya berendam air panas saja)

artforia.com

Meriahnya Acara Pentas Malam Seni Roppongi 2017

Seni Budaya Jepang – Pada tanggal 30 September sampai 1 Oktober nanti akan diadakan acara pentas malam seni pada daerah Roppongi, Tokyo. Acara ini merupakan sebuah pentas seni yang cukup besar di Jepang dimana selalu dilakukan pada malam hari sesuai dengan judulnya, akan terdapat beberapa artist undangan dan kali ini pada tahun 2017 artist utamanya adalah Mika Ninagawa seorang photographer dan juga direktur film, Tema untuk tahun ini adalah ‘Mirai no Matsuri’ (festival masa depan), dan Roppongi Art Night sangat antusias menyambut fotografer dan sutradara Mika Ninagawa sebagai artis utama.

Simak Juga : Ulasan Singkat Tokyo Game Show 2017 Dari Artforia

artforia.comartforia.comSelain itu, Roppongi Art Night akan meluncurkan ‘Southeast Asia Project’ di mana seniman dari Asia Tenggara dan juga seniman Jepang akan melakukan kerja sama dengan komunitas Roppongi dan masyarakatnya untuk menciptakan dan menyajikan seni yang sangat memukau. Visual tahun ini dirancang oleh groovisions dengan menggunakan foto Mika Ninagawa. Karya seni grafis akan dipajang di sekitar kota sebagai ikon Roppongi Art Night 2017.

Apa yang terlintas dalam pikiran saat mendengar kata ‘matsuri (festival)’? Definisi umum untuk matsuri adalah ‘tindakan berdoa atau menyembah tuhan atau nenek moyang untuk bersyukur atau untuk menghibur roh’. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, festival musik dan festival seni semuanya dianggap sebagai matsuri. Acara-acara seperti ini sebenarnya memiliki banyak manfaat dan salah satunya adalah mempererat tali persaudaran dengan sebuah karya seni, Roppongi Art Night 2017 tahun ini, akan menampilkan seni dan pertunjukan dari seluruh dunia, termasuk banyak dari Asia, yang mengusulkan bentuk kreatif baru dalam konsep ‘Matsuri’.

artforia.comartforia.com

artforia.com

Budaya Penggunaan Kata Irasshaimase Di Jepang

Berita Lifestyle Jepang – Bagi anda yang pernah berkunjung kesebuah toko atau tempat pelayanan lainnya yang berbasis Jepang pasti pernah mendengar sebuah kata khas yang diucapkan oleh seorang pelayan atau pemilik toko disana, yap kata itu adalah Irasshaimase! yang merupakan kata wajib didalam budaya kehidupan Jepang bagi para pemiliki toko atau tempat-tempat lainnya kepada tamu yang datang, sebenarnya tidak jauh berbeda dari budaya luar yang biasa mengucapkan Selamat Datang, Silahkan Masuk dan semacamnya.

Simak Juga : Cara Orang Tua Jepang Dalam Mendidik Anaknya

artforia.comIrasshaimase adalah cara tradisional masyarakt Jepang untuk menyambut pelanggan mereka yang pada dasarnya merupakan cara yang sangat sopan untuk mengatakan “tolong masuk”. Dikatakan oleh staf di Jepang saat mereka pertama kali melihat seorang pelanggan. Staf di lokasi yang sibuk seperti toserba mungkin mengatakannya ribuan kali sehari, setiap kali pelanggan lewat. Di izakaya biasa bagi semua staf untuk berteriak “Irasshaimase!” serentak setiap kali pelanggan masuk. Ini bisa memiliki efek dramatis saat melakukannya dengan benar. Sebagian besar bisnis Jepang melakukan fase penyambutan ini dengan cukup serius. Staf yang menyambut pelanggan dengan nada apatis mungkin disiplin. Sebagai pelanggan anda tidak perlu membalas irasshaimase, berkat budaya ini juga Jepang menjadi salah satu negara yang paling sopan di dunia.

artforia.com

artforia.com

Pembuatan Tradisional Kue Mochi Jepang

Tradisi Budaya Jepang – Seperti yang kamu ketahui bila kue Mochi memang berasal dari negara Jepang, tetapi kebanyakan orang hanya mengetahui makanannya saja tanpa mengetahui cara membuatnya, pembuatan kue Mochi sendiri sebenarnya sangatlah unik dan tradisional. Untuk penjelasannya Mochi merupakan sebauh kue yang terbuat dari beras yang secara tradisional dibuat dengan cara menumbuknya menggunakan palu kayu besar dan juga wadah kayu atau batu, jenis beras yang digunakan berbagai macam yang disebut dengan Mochigome. Hasilnya akan berbentuk seperti adonan lengket yang mengembang menjadi sebuah bentuk, proses pembuatan Mochi memang sederhana dan mirip seperti pembuatan roti namun sangat populer, tidak sedikit masyarakat Jepang yang menyukai kue Mochi dan bahkan wisatawan-wisatawan juga sangat menyukai kue tahun baru ini.

Simak Juga : 4 Peraturan Umum Yang Harus Anda Ketahui Ketika Berkunjung Ke Jepang

artforia.comartforia.comPada saat ini pabrik-pabrik pembuatan kue ini memang telah banyak sehingga menyebabkan kue ini selalu banyak dan hadir pada pusat-pusat perbelanjaat seperti supermarket, meskipun begitu masyarakat Jepang tetapi senang membuat sendiri secara tradisional terutama pada acara-acara besar seperti Tahun baru, asal mula makanan ini sendiri belum dapat dipastikan sampai saat ini dan menurut beberapa catatan sejarah makanan Mochi lahir mengikuti budaya kelahiran padi pada periode Yayoi pada tahun 300SM-300M, dikatakan juga bila Mochi menjadi makanan untuk para dewa pada jaman kerajaan Heian maka dari itu sampai sekarang juga dalam agama Shinto sering sekali ada persembahan kue Mochi.

artforia.com

artforia.com

Mengenal Shodo Sebuah Seni Kaligrafi Jepang

DIY&Craft – Sebuah Kaligrafi memang merupakan seni yang populer di Jepang, sama seperti China dan Korea dimana negara Jepang memang memiliki kesenian kaligrafi yang terkenal, Kaligrafi Jepang (書 道 shodō) atau disebut juga shūji (習字) adalah bentuk seni kaligrafi bahasa Jepang. Untuk waktu yang lama, kaligrafer yang paling terhormat di Jepang adalah Wang Xizhi, seorang kaligrafi China pada abad ke-4, namun setelah penemuan Hiragana dan Katakana, membuat sistem penulisan khas Jepang dikembangkan dan para seniman kaligrafi menghasilkan gaya intrinsik untuk Jepang. Istilah shodō (書 道) sendiri kemungkinan berasal dari negeri Tionghoa karena banyak digunakan untuk menggambarkan seni kaligrafi China selama masa dinasti Tang China.

Simak Juga : Kesenian Bambu Jepang Yang Ada Sejak 20 Abad Lalu

artforia.comKaligrafi shodo yang artinya adalah “cara menulis” merupakan sebuah seni menulis dengan indah. Kebanyakan anak belajar kaligrafi di SD. Ini adalah hobi populer di kalangan orang dewasa juga. Tidak seperti goresan huruf Romawi, goresan karakter Jepang harus ditarik dalam urutan yang benar, tidak boleh semena-mena dalam menuliskannya. Saat Anda mempelajari tulisan China, Anda menggambar 1 goresan kepada goresan berikutnya. Ini disebut gaya square (Kaisho) dari tulisan kanji. Gaya penulisan kanji ini jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai gantinya, ada dua gaya penulisan yang lebih cepat, di mana kanji menjadi sedikit digunakan, sama seperti saat menulis huruf Romawi dengan cepat. Kedua gaya ini disebut semi cursive (gyosho) dan kursif (sosho).

artforia.comartforia.com

artforia.com

Membakar Gunung Dalam Festival Yamayaki

Tradisi Budaya Jepang – Bila anda berkunjung ke Jepang pada sekitar akhir bulan January maka anda akan menemukan sebuah festival yang menarik yaitu fesitaval Yamayaki yang akan diadakan pada daerah Nara tepatnya pada gunung Wakakusayama, Festival ini tidak seperti festival biasanya dimana sebuah tarian atau nyanyian dilakukan tetapi didalam festival ini adalah sebuah festival membakar gunung, anda pasti tidak akan percaya namun memang seperti itulah yang dilakukan dalam festival ini yang memang telah dilakukan sejak dahulu dengan bermaksud untuk mengusir hewan-hewan liar terutama hewan buas yang mendekat ke kawasan penduduk.

Simak Juga : Bambu Keberuntungan Fukusasa Dalam Festival Ebisu

artforia.comSeperti yang kita telah ketahui pada festival budaya Jepang yang memang menyukai hal-hal yang pembakaran. Asal-usul festival semacam itu sangat bermacam-macam. Sebenarnya festival ini bukan hanya dilakukan pada gunung Wakakusa saja tetapi juga dilakukan hampir di seluruh gunung Jepang, namun festival yang terbesar adalah digunung Wakakusa di Nara lebih tepatnya gunung ini terletak di ujung timur Taman Nara. Sebelum dimulai acara pembakarang gunung akan didahului oleh pertunjukan kembang api. Festival ini biasa berlangsung setiap tahun pada hari Sabtu ke-4 Januari, namun mungkin akan tertunda sampai hari berikutnya jika terjadi cuaca buruk.

Kuil Todaiji, Kuil Kofukuji dan Kuil Kasuga semuanya dilibatkan dalam upacara festival. Wakakusa Yamayaki telah berlangsung selama ratusan tahun. Selain teori asal usul budaya ini dilakukan sejak dahulu selain untuk mengusir babi hutan dikatakan juga karena sebuah konflik wilayah pada kuil besar di Nara. Festival ini secara resmi dimulai pada siang hari, setelah melewati beberapa acara kecil terlebih dahulu di sekitar dasar Wakakusayama. Acara kecil yang paling menarik adalah kompetisi melempar kerupuk nasi raksasa atau disebutnya Sembei yang berlangsung dari pukul 12:30 sampai 15:00. Wisatawan akan mengenali sembei sebagai versi raksasa dari kerupuk nasi yang biasa dijual disekitar taman Nara sebagai makanan untuk rusa liar.

artforia.comartforia.comSesaat sebelum pukul 17:00 anda akan melihat sebuah prosesi dimana orang-orang yang terlibat dalam menyalakan gunung yang terbakar berangkat dari daerah Tobino Kasuga Taisha ke arah gunung, berhenti di Kuil Mizuya di sepanjang jalan untuk menyalakan obor. Pada sekitar pukul 17.30 arak-arakan akan tiba di dasar Wakakusayama dimana beberapa ratus penonton telah berkumpul, dan api unggun besar menyala sebagian di atas lereng gunung.

Pukul 18.15, sebuah pertunjukan kembang api dimulai sekitar 15 menit. Setelah itu bersiaplah untuk acara utamanya dimana api dari api unggun digunakan untuk membakar rumput di lereng gunung, dan api secara bertahap menyebar ke seluruh gunung. Biasanya memakan waktu 30 menit sampai satu jam agar seluruh area terbakar, tergantung kondisi rumput setiap tahunnya. Saat rumput kering maka seluruh gunung akan terbakar dengan waktu yang relatif cepat, sementara kondisi basah hanya bisa mengakibatkan pembakaran rumput yang agak lambat dan hanya sebagian.

artforia.comartforia.comKarena ketinggian Wakakusayama di atas taman Nara, kembang api dapat terlihat dari seluruh sudut kota. Selain pemandangan dari dasar gunung, ada beberapa titik pandang bagus lainnya di seluruh Taman Nara dan kota. Pemandangan juga bisa dinikmati dari tempat lebih jauh, misalnya dari bekas area Istana Heijo.

Beberapa cara akses kedalam festival ini.

Wakakusayama bisa didatangi dengan berjalan kaki dari kuil Todaji dan Kasuga Taisha selama 10-15 menit. Gunung ini juga bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun Kintetsu Nara sekitar 35 menit atau dari Stasiun JR Nara sekitar 50 menit. Bus berjalan dari kedua stasiun sejauh Kasuga Taisha (210 yen).

Rekomendasi Hotel

Asukaso
Hotel Fujita Nara
Nara Hotel