Budaya Culture Jepang | ARTFORIA

Budaya Culture Jepang

artforia.com

Beberapa Alasan Mengapa Musim Panas Di Jepang Sangat Menyebalkan

Berita Lifestyle Jepang – Mungkin bagi para wisatawan dan juga turis menganggap bila musim panas di Jepang adalah waktu yang menyenangkan tetapi hal tersebut tidak dirasakan oleh beberapa masyarakat Jepang sendiri karena menurut mereka musim panas adalah musim yang cukup menantang dan bisa dibilang musim yang cukup menyebalkan dengan beberapa alasan, untuk lebih mengetahuinya maka Artforia akan membagi informasi ini kepada anda semua minna-san~!.

Simak Juga : Sebuah Perusahaan Jepang Ciptakan Alat Pengukur Bau Badan

artforia.com

artforia.comSetelah melihat survey dan juga beberapa sumber yang ada ternyata ada 5 alasan mengapa musim panas di Jepang dianggap cukup menjengkelkan bagi sejumlah orang yaitu karena.

1. Keringat

Suhu yang tinggi membuat masyarakat Jepang mengeluarkan banyak keringat ditambah masyarakat Jepang yang memang memiliki waktu bekerja cukup lama dan juga keras membuat kondisi musim panas ini memang cukup menyusahkan karena keringat akan terus keluar bersamaan dengan aktivitas kerja yang mereka lakukan sehingga tidak sedikit masyarakat Jepang yang terlihat membawa seperti air dingin, baby powder, handuk dan semacamnya untuk menghilangkan keringat dan rasa panas mereka karena ditambah dengan aktivitas kerja yang padat.

2. Stamina Lebih Cepat Terkuras

Seperti keringat sebelumnya bila pada musim panas dengan suhu yang cukup tinggi membuat para masyarakat terutama pekerja di Jepang merasakan stamina mereka lebih cepat habis dan merasa lelah, maka itulah cukup banyak terlihat AC (Air Conditioner) yang terpasang pada setiap ruangan dikantor-kantor di Jepang.

3. Gangguan Dari Cicadas

Tidak semua masyarakat Jepang menyukai kehadiran Cicadas meskipun memang sebagian besar penduduk Jepang mengatakan bila nyanyian dari hewan yang satu ini menjadi ciri khas musim panas di Jepang dan juga nyaring untuk didengar tetapi nampaknya untuk sebagian orang sangat mengganggu serta pergerakan dari hewan cicadas yang cukup luas membuat beberapa orang-orang yang takut akan serangga merasa sangat terganggu dengan adanya hewan ini ketika musim panas.

4. Kurangnya Nafsu Makan

Cuaca panas yang cukup tinggi memang memiliki dampak lain selain keringat dan menguras energi yaitu adalah membuat nafsu makan berkurang dan inilah yang juga menjadi salah satu masalah masyarakat Jepang ketika mengalami musim panas, biasanya masyarakat mengaku lebih senang untuk minum air dingin atau ice cream yang banyak ketimbang makan makanan berat ketika musim ini tetapi tentu hal tersebut tidak baik dan akan membuat tubuh menjadi sakit.

5. Kondisi Perkotaan Yang Padat

Pada beberapa spot di pusat perkotaan Jepang memang menjadi tempat yang sangat pada maka dari itu sangat menjadi hal buruk bagi masyarakat Jepang ketika musim panas harus berdesak-desakan dengan lainnya yang membuat tubuh cepat lelah dan juga banyak mengeluarkan keringat, salah satunya adalah ketika pergi kerja dengan kereta yang penuh.

artforia.com

artforia.com

Mengenal Kendama Mainan Klasik Jepang Yang Mendunia

Seni Budaya Jepang – Kendama merupakan salah satu mainan klasik yang tercipta sejak lama oleh masyarakat Jepang, terlahir pada daerah prefektur Hiroshima nampaknya mainan klasik ini kini telah sangat mendunia bahkan dikabarkan telah ada perlombaan piala dunianya yang dimulai sejak tahun 2014 lalu, tercatat ada 387 partisipasi dari 14 negara dan regional untuk memainkan alat Kendama ini dalam berbagai teknik dan tingkat kesulitan.

Simak Juga : Karya Seni Kaguyabina

artforia.com

artforia.comMenurut catatan sejarah cikal bakal permainan Kendama ini adalah berawal dari abad ke-16 di Prancis, di mana sebuah permainan dengan cara memantulkan  bola pada sebuah tongkat sangat populer. Setelah tiba di Jepang pada periode Edo (1603-1868), seorang pengrajin di Kure, Prefektur Hiroshima, menambahkan cangkir pada tahun 1918 untuk menciptakan bentuk yang digunakan saat ini. Kendama tersebar di seluruh negeri setelah produksi massal dimulai pada tahun 1921 di Hatsukaichi.

artforia.comartforia.comUntuk Tahun ini pada perlombaan dunia Kendama yang juara adalah perwakilan dari Jepang yaitu So Kanada seorang pelajar dari Nagoya yang berhasil menghentikan kemenangan beruntun Amerika selama 3 tahun terakhir dalam ajang Kendama World Cup, suksesnya permainan klasik ini memang tidak terlepas pemerintahan Jepang yang sangat menjaga kulture mereka dan pintar dalam mempromosikan budaya-budaya mereka ke manca negara.

artforia.com

artforia.com

Festival Fukugawa Hachiman Akan Segara Diselenggarakan!!

Berita Lifestyle Jepang – Musim panas Jepang memang akan segera berakhir dan digantikan dengan musim gugur, pada penghujung musim panas terdapat sebuah festival besar yaitu adalah Fukugawa Hachiman Matsuri yang merupakan sebuah festival musim panas yang diadakan setiap bulan agustus dimana musim panas akan segera berakhir  dan festival ini merupakan salah satu festival besar di Jepang, tidak jauh berbeda dengan festival-festival lainnya yang selalu akan ada team Mikoshi yaitu sejumlah orang yang menggotong kuil-kuil kecil, yang sangat menarik pada festival ini adalah dimana nantinya para masyarakat akan menyiram air kearah kuil yang sedang digotong oleh sejumlah Mikoshi tersebut yang tentunya acara ini akan dipenuhi oleh siraman air!.

Simak Juga : Festival Bikini Day 2017 (Umi No Hi) Disertai Para Model Cantik dan Cosplayer

Festival ini akan dimulai pada lokasi kuil Tomioka Hachiman yang nantinya akan berjalan sesuai rute yang telah ditetapkan, menurut catatan sejarah festival ini telah dilakukan sejak jaman Tokugawa Shongunate, awalnya festival ini untuk merayakan lahirnya Tokugawa Ietsuna yang merupakan generasi ke 4 dari Tokugawa Shongun.

artforia.comartforia.comartforia.comartforia.com

artforia.com

Cara Masyarakat Jepang Dalam Mendapatkan Berita Game Terbaru

Culture Jepang – Sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan negara-negara lainnya termasuk seperti di Indonesia namun masyarakat Jepang tampaknya tidak meninggalkan kebiasaan mereka dalam membaca sebuah informasi atau berita melalui media fisik seperti majalah dan koran meskipun sudah adanya internet, berbeda seperti di Indonesia yang saat ini keberadaan majalah game dan juga koran-koran informasi lainnya mulai terkalahkan oleh website-website berita di Internet yang bertebaran yang memang terkadang lebih cepat update dan juga gratis tentunya, tetapi hal tersebut tidak berlaku di Jepang karena masyarakatnya tetap gemar mengoleksi majalah mereka meskipun memang biasanya mereka telah melihat di Internet tetapi tetap membeli majalah tersebut.

Simak Juga : Mengenal Lebih Dekat Acara Shizuoka Hobby Show

Sebagian sumber yang rata-rata adalah masyarakat dewasa mengatakan mereka tidak mungkin untuk membeli majalah game ketika waktu pulang sekolah tiba karena pasti akan habis terjual kepada para anak sekolah yang memang diketahui anak-anak sekolah Jepang gemar sekali untuk membeli sebuah majalah game, kehadiran website berita game tidaklah buruk dalam negeri sakura ini seperti contohnya 2 website besar yang saat ini merajai dunia informasi game di Jepang yaitu adalah My Game New Flash dan Hachima Kikou.

artforia.comSepertinya budaya masyarakat Jepang yang memang gemar membaca membuat penjualan informasi melalui majalah-majalah dan koran masih tetap sangat laku hingga sekarang, bahkan sejumlah kalangan mengaku mereka telah mengetahui informasi tersebut tetapi tetap membeli sebagai sebuah koleksi yang memang hampir seluruh majalah-majalah di Jepang memiliki desain yang unik.

artforia.com

artforia.com

Penjualan Majalah di negara mata hari terbit ini memang terbilang sangat laris contohnya saja seperti majalah game terkenal Jepang yaitu Famitsu pernah menyentuh penjualan 500.000 cetak pada tahun 2009 dan belakangan ini baru sampai 300.000 tetapi angka tersebut masih dalam kategory tinggi untuk sebuah penjualan majalah game, meskipun mengalami sedikit penurunan tetapi jumlah peminat pembeli majalah serta buku-buku di Jepang masih menjadi salah satu negara yang tertinggi diantara negara lainnya, yang menjadi masalah mengapa turunnya penjualan sebuah majalah adalah tidak adanya unsur eklusif lagi setelah berita atau informasinya telah muncul duluan dalam internet tetapi tampaknya masyarakat Jepang memang cukup gemar dalam membeli fisik.

artforia.comartforia.comcredit : Kotaku