Seni Budaya Jepang – Bila anda berkunjung ke kuil-kuil buddha ketika berwisata ke Jepang pasti anda akan sering melihat 2 patung besar yang disebut dengan Nio. Kedua patung besar ini adalah dua pelindung Buddha di Jepang atau Dewa Penjaga Gerbang Niomon yang bernampilan menakutkan, berotot, penuh murka, keduanya dikenal sebagai Agyo dan Ungyo yang sering anda temukan di gerbang kuil-kuil buddha di Jepang.

 

artforia.com

Simak Juga : Kisah Tengu Dalam Sejarah Masyarakat Jepang

Nio adalah wujud dari dewa Budha yang sama yang dikenal dengan nama Shukongoshin. Dalam agama buddha yang menjunjung tradisi perdamaian yang kuat, kehadiran Shukongoshin memang sebagai dewa yang kuat dan dia digambarkan sebagai pelindung Buddha yang sering di sisinya. Sering dikatakan dalam cerita masyarakat bahwa Shukongoshin bisa menakut-nakuti orang hingga bertobat.

Berikut ini Sosok Dua Dewa Penjaga Gerbang Niomon, Ungyo dan Agyo yang sering di jumpai di pintu masuk Kuil-Kuil Jepang.


1. Ungyo

artforia.com

Ungyo adalah sosok dewa penjaga yang berada di sebelah kanan pintu gerbang Niomon. Ia melambangkan aspek lembut dan penuh kasih sayang dalam agama Buddha. Sebagai mitra dari Agyo, dewa penjaga sebelah kiri yang mewakili aspek ganas dan kekuatan, Ungyo mencerminkan sifat Buddha yang membimbing umatnya dengan kelembutan dan kasih sayang.

Ungyo memiliki simbolisme yang mendalam dalam kebudayaan Buddha Jepang. Sebagai dewa penjaga yang penuh kasih, ia melambangkan sifat Buddha sebagai pelindung dan pembimbing umatnya. Dalam seni ukir, patung, dan lukisan, Ungyo sering digambarkan dengan sikap yang tenang dan penuh kasih, memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peziarah dan umat Buddha.

Kehadiran sosok Ungyo di pintu gerbang Niomon memiliki peran penting dalam kehidupan umat Buddha. Dalam setiap

kali masuk dan meninggalkan kuil, umat Buddha diingatkan akan kasih sayang dan perlindungan yang selalu tersedia dari Buddha. Ungyo mengajarkan nilai-nilai kelembutan dan pengampunan, serta pentingnya menjalani kehidupan dengan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk.

Dalam meditasi dan doa, umat Buddha juga sering mencari kehadiran Ungyo untuk memohon bimbingan dan perlindungan dalam perjalanan spiritual mereka. Sebagai sosok yang penuh kasih, Ungyo dianggap mendengar dan merespons setiap doa dan permohonan dengan penuh perhatian.

Ungyo, sosok dewa penjaga yang penuh kasih di pintu gerbang Niomon, merupakan simbol kelembutan dan perlindungan dalam agama Buddha Jepang. Kehadirannya mengingatkan umat Buddha akan kasih sayang dan perlindungan yang selalu tersedia dari Buddha. Ungyo mengajarkan nilai-nilai kelembutan, pengampunan, dan kasih sayang terhadap sesama, yang menjadi inti dari ajaran Buddha. Dalam seni dan budaya Jepang, sosok Ungyo terus menginspirasi dan memberikan makna mendalam bagi kehidupan dan perjalanan spiritual umat Buddha.

2. Agyo

artforia.com

Dalam agama Buddha Jepang, kuil-kuil sering kali dihiasi dengan pintu gerbang megah yang disebut Niomon. Pintu gerbang ini bukan hanya sebagai akses ke kuil, tetapi juga sebagai simbol penting dalam agama Buddha. Di pintu gerbang Niomon, terdapat sosok dua dewa penjaga yang menakjubkan, yang dikenal sebagai Kongorikishi atau Agyo dan Ungyo. Dua dewa penjaga Niomon ini memiliki makna mendalam dan menjadi lambang keagungan serta perlindungan bagi umat Buddha. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai sosok Agyo, sosok penuh kekuatan dan kewaspadaan sebagai salah satu dewa penjaga gerbang Niomon.

Agyo adalah sosok dewa penjaga yang berada di sebelah kiri pintu gerbang Niomon. Ia melambangkan aspek ganas dan kekuatan dalam agama Buddha. Sebagai mitra dari Ungyo, dewa penjaga sebelah kanan yang mewakili aspek lembut dan penuh kasih sayang, Agyo mencerminkan sifat Buddha yang kuat dan penuh keberanian.

Agyo memiliki simbolisme yang mendalam dalam kebudayaan Buddha Jepang. Sebagai dewa penjaga yang penuh kekuatan, ia melambangkan sifat Buddha yang mengajarkan umatnya tentang kebenaran dan jalan menuju pencerahan. Dalam seni ukir, patung, dan lukisan, Agyo sering digambarkan dengan sikap yang tegap dan penuh ketegasan, memberikan rasa keyakinan dan kekuatan bagi para peziarah dan umat Buddha.

Kehadiran sosok Agyo di pintu gerbang Niomon memiliki peran yang penting dalam kehidupan umat Buddha. Dalam setiap kali masuk dan meninggalkan kuil, umat Buddha diingatkan akan keberanian dan ketegasan yang dapat membimbing mereka dalam perjalanan spiritual.

Dalam meditasi dan doa, umat Buddha sering mencari kehadiran Agyo untuk memohon kekuatan dan ketegasan dalam menghadapi tantangan hidup. Sebagai sosok yang penuh keberanian, Agyo dianggap sebagai pelindung yang dapat mengatasi segala rintangan dan bahaya dalam perjalanan spiritual.

Agyo, sosok dewa penjaga yang penuh kekuatan di pintu gerbang Niomon, merupakan simbol keberanian dan ketegasan dalam agama Buddha Jepang. Kehadirannya mengingatkan umat Buddha akan kekuatan dan ketegasan yang dapat membimbing mereka dalam perjalanan spiritual. Agyo mengajarkan nilai-nilai keberanian, kekuatan, dan kewaspadaan dalam menghadapi tantangan hidup, yang menjadi inti dari ajaran Buddha. Dalam seni dan budaya Jepang, sosok Agyo terus menginspirasi dan memberikan makna mendalam bagi kehidupan dan perjalanan spiritual umat Buddha.

 

 Tulis Artikel

Like it? Share with your friends!

Kira Nakayama 秋本健太
Currently working at Artforia.

One Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.