Sanja Matsuri Sebuah Festival Shinto Terbesar Di Tokyo

Seni Budaya Jepang – Sanja Matsuri (三 社 祭, secara harfiah memiliki arti “Festival Tiga Kuil”), adalah satu dari tiga festival yang berunsur kepercayaan agama Shinto yang besar diadakan di Tokyo. Dalam catatan sejarah dan jika dibandingkan dengan beberapa festival lainnya, festival ini dianggap salah satu yang paling meriah dan terbesar. Festival ini diadakan untuk menghormati Hinokuma Hamanari, Hinokuma Takenari, dan Hajino Nakatomo, tiga orang yang mendirikan dan membangun Sensō-ji. Sanja Matsuri diadakan pada akhir pekan ketiga setiap bulan Mei di Kuil Asakusa. Parade yang menonjol dari festival ini yaitu iringan Mikoshi yang begitu ramai, serta musik dan tarian tradisional yang juga ikut hadir. Selama tiga hari, festival ini menarik 1,5 sampai 2 juta penduduk lokal dan wisatawan setiap tahunnya.

Simak Juga : Uniknya Festival Karatsu Kunchi Di Kota Karatsu

Sanja Matsuri Sebuah Festival Shinto Terbesar Di TokyoNama resmi festival ini adalah Asakusa Jinja Reitaisai, tercatat ada sekitar 100 mikoshi yang digunakan dalam parade festival ini. Para Tim Mikoshi tentunya juga telah ditetapkan masing-masing dari setiap daerah dan juga kuil asalnya. Beberapa mikoshi di festival ini memiliki berat sekitar satu ton dan menelan biaya sebanyak 40 juta yen (4-5 Miliyar Rupiah). Meskipun sangat berat tim-tim pengangkut mikoshi biasanya sangat bersemangat ketika melakukan parade dan terkadang menggoyang-goyangkannya sebagai tanda mereka sangat bersemangat. Tim bersaing memperlihatkan sebuah Genki (bahasa Jepang yang memiliki arti energik, menyehatkan dan bersemangat) yang besar. Dalam menggotong mikoshi memang tradisi yang menunjukkan semangat Jepang untuk kerja tim.

Sanja Matsuri Sebuah Festival Shinto Terbesar Di TokyoMeskipun sangat padat dan ramai tetapi festival ini selalu berjalan lancar tanpa adanya sebuah masalah. Sanja Matsuri sebenarnya memiliki banyak bentuk dan mengalami banyak perubahan semenjak pertama kali munculnya pada awal abad ke-7, beberapa nama pernah digunakan sebelumnya seperti “Kannon Matsuri” dan “Asakusa Matsuri”. Nama yang digunakan saat ini yaitu Sanja Matsuri telah didirikan pada masa Edo. Pada tahun 1649, shogun Tokugawa Iemitsu menugaskan pembangunan Kuil Asakusa, sebuah kuil Shinto yang didedikasikan untuk tiga kami (dewa). Keberadaan kuil ini membantu memperkuat kepentingan festival sekaligus struktur dan organisasinya saat ini.

Sanja Matsuri Sebuah Festival Shinto Terbesar Di TokyoPerayaan akan dimulai pada hari Jumat sore dengan diawali oleh Parade Daigyoretsu, sebuah prosesi besar para pendeta, pejabat kota, geisha, pemusik dan penari mengenakan kostum periode jaman Edo, parade akan berjalan dari Yanagi Dori ke Kuil Sensoji dan Kuil Asakusa. Upacara besar Shinto akan diadakan segera setelah parade selesai, lalu setelah itu dilanjutkan dengan tarian tradisional untuk mendoakan panen dan kemakmuran yang melimpah.

Pada hari sabtu yang merupakan hari kedua dimana parade mikoshi mulai ramai dilakukan, kira-kira hampir terdapat 100 mikoshi dari 44 distrik yang dikeluarkan menuju ke Kuil Sensoji dan Kuil Asakusa untuk diberkati sebelum dibawa kembali ke parade di sekitar lingkungan mereka untuk menyebarkan keberuntungan dan kemakmuran. Banyak lingkungan juga memiliki mikoshi anak-anak yang lebih kecil serta mikoshi wanita. Yang unik mungkin anda akan lihat disini adalah akan terdapat cukup banyak para anggota Yakuza yang menunjukan tato disekujur tubuh mereka, tenang saja mereka tidak bermaksud untuk menakuti anda karena hanya untuk meriahkan pesta budaya ini didepan publik.

Sanja Matsuri Sebuah Festival Shinto Terbesar Di TokyoSanja Matsuri Sebuah Festival Shinto Terbesar Di TokyoHari akhir yang jatuh pada hari Minggu, festival akan dimulai pukul 6 pagi dengan terlihat banyak orang-orang berkelompok dengan mengenakan pakaian festival yang serasi dan berkumpul di Kuil Asakusa, tujuannya adalah setiap tim akan membawa salah satu dari tiga mikoshi utama yang berukuran besar. Selama parade membawa mikoshi tersebut setiap tim akan terlihat sangat berkompetitif menunjukan semangat mereka, karena untuk menjaga keamanan dan keselamatan sekitar para penonton dilarang untuk terlalu mendekati jalur mikoshi dan juga tidak diizinkan melewati gerbang masuk Sensoji.

Akses untuk menghadiri festival Sanja Matsuri berpusat di sekitar Kuil Sensoji dan Kuil Asakusa, keduanya berjarak lima menit berjalan kaki dari Stasiun Asakusa.