Pengorbanan Manusia Yang Kejam Dalam Sejarah Hitobashira

Cerita Hantu Jepang – Tindak kekejaman tentunya pernah terjadi pada setiap negara, hal tersebut juga banyak terjadi di negara Jepang terutama ketika jaman dahulu ketika sebuah kerajaan masih berjaya dan banyaknya perang dimana-mana. Kisah-kisah hantu serta mitos lainnya sebagian besar tercipta dari sejarah-sejarah kejam atau tidak biasa yang terjadi pada jaman kuno seperti kisah Hitobashira yang akan kita bahas kali ini. Hitobashira merupakan catatan sejarah kelam yang pernah terjadi pada jaman kuno di Jepang, dalam kejadian ini sejumlah orang menjadi korban sebuah kontruski pembangunan.

Simak Juga : Kannon Sosok Dewi Dalam Kepercayaan Agama Buddha Jepang

Pengorbanan Manusia Yang Kejam Dalam Sejarah HitobashiraHitobashira (人 柱 memiliki arti yang berarti pilar manusia), praktek kejam ini dulu dipraktekkan di Jepang pada jaman kuno yang merupakan salah satu aktivitas pengorbanan manusia, metodenya sungguh kejam yaitu dikuburkan hidup-hidup di bawah atau didalam sebuah tembok berskala besar seperti bendungan, jembatan, dan istana, sebagai doa kepada para dewa sehingga bangunan tersebut tidak hancur oleh bencana alam. seperti banjir atau serangan musuh. Hitobashira juga bisa merujuk pada pekerja yang dikuburkan hidup-hidup dalam kondisi tidak manusiawi.

Beberapa catatan sejarah tertulis paling awal tentang tradisi hitobashira dapat ditemukan di Nihon Shoki (The Chronicles of Japan). Satu cerita yang berpusat pada Kaisar Nintoku (323 A.D). Dalam ceritanya membahas luapan sungai Kitakawa dan Mamuta. Perlindungan terhadap banjir besar jauh di luar kemampuan rakyat yang menjadi korban. Lalu setelah itu sang kaisar mendapatkan wahyu ilahi di dalam mimpinya yang memberikan petunjuk bila ada orang bernama Kowakubi di provinsi Musashi dan seseorang bernama Koromono-ko di provinsi Kawachi. Jika mereka dikorbankan kepada para dewa di dua sungai masing-masing, maka pembangunan akan mudah diselesaikan. Kowakubi akhirnya ditangkap kerajaan dan kemudian dilemparkan ke arus sungai Kitakawa, namun untuk Koromono-ko berhasil lolos dari pengorbanan tersebut.

Pengorbanan Manusia Yang Kejam Dalam Sejarah HitobashiraYasutomi-ki, buku harian dari abad ke-15 jugamendokumentasikan tradisi keji ini yang bernama “Nagara-no Hitobashira”. Menurut tradisi, seorang wanita yang menggendong anak laki-lakinya di punggungnya tertangkap saat dia melewati sungai Nagara, dia dimakamkan di tempat di mana sebuah jembatan besar kemudian akan dibangun. Tradisi Hitobashira hampir selalu terhubung dengan proyek kompleks dan berbahaya yang memiliki proses pembangunan yang sulit. Cerita tentang hitobashira ini juga diyakini menjadi cikal bakal beberapa tradisi pengorbanan manusia lainnya.

Cerita tentang hitobashira dan pengorbanan manusia lainnya biasa terjadi di Jepang sampai akhir abad ke-16. Tentunya Hitobashira sudah tidak lagi dipraktekkan dalam konstruksi pada saat ini. Namun diyakini para korban-korban yang dikubur secara kejam didalam bangunan tersebut masih terdapat didalam beberapa bangunan bersejarah di Jepang sampai saat ini. Berikut dibawah ini beberapa daftar istana dan juga bangunan lainnya yang diyakini melakukan praktek hitobashira pada era pembuatannya.

Pengorbanan Manusia Yang Kejam Dalam Sejarah HitobashiraDaftar bangunan.

  • Kastil Gujo-Hachiman (prefektur Gifu)
  • Kastil Nagahama (prefektur Shiga)
  • Kastil Maruoka (prefektur Fukui)
  • Kastil Ozu (prefektur Ehime)
  • Kastil Komine (prefektur Fukushima)
  • Kuil Itsukushima (prefektur Hiroshima)
  • Jembatan Fukushima (prefektur Tokushima)
  • Jembatan Kintaikyou (prefektur Yamaguchi)
  • Waduk Hattori-Oike (prefektur Hiroshima)
  • Saluran irigasi Imogawa (prefektur Nagano)
  • Tanggul Karigane (prefektur Shizuka)
  • Bendungan Manda (prefektur Osaka)