Mengenali Prinsip Mottainai Masyarakat Jepang

Berita Lifestyle Jepang – Selain makanan, wisata dan festival Jepang masih memiliki daya tarik lain yang cukup besar kepada dunia luar yang tentunya sangat menarik para wisatawan, seperti prinsip atau tradisi yang disebut Mottainai (も っ た い な い) yang merupakan sebuah kata untuk mengutarakan bila sebuah hal yang dilakukan secara sia-sia atau tidak menguntungkan. Dilihat dari geografis tentunya Jepang adalah negara kepulauan dengan sedikit sumber daya alam dan kepadatan penduduk yang tinggi. Secara historis, orang Jepang harus berhati-hati dengan sumber daya. Jepang telah mengalami banyak kelaparan dalam sejarahnya.

Simak Juga : 5 Pekerjaan Yang Cocok Untuk Orang Asing Di Jepang

Mengenal Prinsip Mottainai Masyarakat JepangMottainai pada dasarnya adalah sebuah filsafat yang memiliki arti buruk untuk membuang apapun yang bermanfaat. Misalnya sebagai contoh adalah karma yang bagus bila anda menghabiskan makanan yang tersedia dipiring anda dan tidak membuangnya. Mottainai juga menjadi prinsip orang Jepang dalam menjaga harta atau benda-bendanya.

Mottainai dalam kehidupan modern Jepang.
Beberapa berpendapat dari para masyarakat Jepang bahwa etika mottainai mulai menurun pada jaman modern saat ini. Jepang modern saat ini masyarakatnya sangat mengincar sebuah kepraktisan. Orang biasa makan makanan siap saji (bento) dari supermarket dan toko serba ada. Sehingga menyisakan banyak benda-benda atau sampah yang tidak terpakai. Sudah biasa bagi toko swalayan untuk membuang makanan yang tidak terjual setiap 12 jam untuk memastikan kesegarannya. Restoran dan toko kelontong memiliki kebijakan yang sama. Hasilnya tercatat sekitar 23 juta ton makanan terbuang setiap tahun di Jepang (senilai ¥ 11 triliun yen) tentu sangat jauh dari prinsip Mottainai. Generasi muda orang Jepang telah terbiasa sekali pakai, membuang produk seperti sumpit sekali pakai.

Mengenal Prinsip Mottainai Masyarakat JepangKebangkitan prinsip Mottainai.
Masyarakat Jepang memang dikenal sangat menjunjung tradisi dan budaya dari leluhur mereka oleh karena ini prinsip Mottainai mulai digalakan lagi oleh para masyarakat Jepang dan juga bantuan dari pemerintah, Mottainai sangat penting bagi kebanyakan orang Jepang. Ini adalah alat yang ampuh untuk mendorong perilaku ramah lingkungan di Jepang. Salah satu gerakan untuk membangkitkan prinsip ini terlihat sejak tahun 2002 dimana ketika itu majalah terkenal Jepang memuat sebuah cerita sampul berjudul “Restyling Japan: Revival of the ‘Mottainai’ Spirit”  isinya mendokumentasikan motivasi dalam menjaga barang-barang yang dimiliki dan juga menampilkan kisah-kisah yang berhubungan dengan prinsip Mottainai ini.