Mengapa Natal identik dengan KFC di Jepang?

artforia.com

Artforia – Kalian mungkin bertanya-tanya mengapa orang Jepang menyantap ayam  pada hari Natal? Dan mengapa mereka bukan membeli Kalkun  melainkan KFC? Kalkun tidak hidup secara alami di Jepang dan jarang dibudidayakan. Sepertinya rasanya tidak begitu populer untuk membuatnya diimpor secara masal ke Jepang. Oleh sebab itu, banyak orang Jepang belum pernah mencoba kalkun. Alasan lain mengapa kalkun tidak menjadi makanan populer di hari natal adalah sebuah fakta bahwa kebanyakan orang Jepang tidak memiliki oven – atau oven yang cukup besar untuk memanggang kalkun secara utuh.

Artikel seni dan budaya jepang – Mengingat kembali pada sejarah, Natal pertama kali diperkenalkan oleh misionaris Jesuit di Prefektur Yamaguchi pada tahun 1552. Meski banyak yang meyakini bahwa Natal sudah ada di Jepang sejak tahun 1549, dibawa oleh Saint Francis Xavier yang kala itu datang ke Jepang. Menurut sejumlah ahli sejarah, kepopuleran Santa Claus di Jepang turut dipengaruhi penyebaran agama Kristen pada abad 16-17 di Jaman Edo. Suasana Natal, yang identik dengan musim dingin dan Salju, ternyata sangat cocok dengan iklim Jepang pada bulan Desember, sehingga memudahkan penyebaran agama, termasuk legenda Santa Claus. Meski presentasi umat Kristiani di Jepang sendiri masih menjadi minoritas, hanya 1% dari jumlah populasi di Jepang, namun bukan berarti perayaan Natal tidak meriah disana.

artforia.com

Kepopuleran outlet ayam goreng seperti KFC semakin merajalela ketika hari Natal tiba. Warga Jepang bahkan rela mengantri 6 jam di depan outlet ayam goreng tersebut. Tradisi ini dimulai pada tahun 1970, ketika outlet ayam goreng KFC pertama kali masuk pasar Jepang tepatnya di Tokyo. Pada saat itu, KFC masih kesulitan memenangkan pasar di Jepang lalu membuat ide tentang tradisi baru menyambut hari Natal yaitu dengan makan ayam goreng.  Tak heran jika saat malam natal tiba outlet-outler KFC selalu ramai dikunjungi masyarakat Jepang, baik bersama kerabat, kekasih, dan teman-temannya. Tanggal 25 Desember yang diperingati sebagai hari Natal sebenarnya tidak ditandai sebagai hari libur di negara ini. Beberapa warga Jepang lebih memilih merayakan Natal dengan cara yang sedikit unik ini.