Lokasi Berhantu Pondok Mesum Mizunami Prefektur Gifu

Cerita Hantu Jepang – Tempat menyeramkan biasanya selalu identik dengan sebuah hal yang berhantu, sepi dan berantakan. Tentu Jepang memiliki beberapa tempat yang seperti itu pada sebagian besar di prefekturnya, kisah-kisah mitos hantu dan juga siluman sering sekali tersebar cepat dikalangan masyarakat karena memang negara Jepang memegang penuh tradisi menghormati leluhur dan sejarah, namun kali ini tempat seram yang berada Hiyoshi, kota Minami prefektur Gifu merupakan tempat horor yang cukup unik karena lokasinya merupakan sebuah gubuk kecil yang telah hancur berisikan lembaran-lembaran kertas dari kumpulan majalah-majalah atau buku pornografi.

Legenda Seram Pondok Mesum Mizunami Prefektur Gifu

Simak Juga : Seramnya Gedung Tua Rumah Sakit Jiwa Asakura

Legenda Seram Pondok Mesum Mizunami Prefektur GifuLegenda Seram Pondok Mesum Mizunami Prefektur GifuLegenda Seram Pondok Mesum Mizunami Prefektur GifuLebih tepatnya terletak di sebelah barat Kota Mizunami di Prefektur Gifu, pondok atau gubuk Buku Erotis adalah gubuk bertingkat dua yang dulunya memiliki reputasi yang tidak biasa. Meski banyak dikabarkan menjadi tempat peristirahatan sekelompok orang yang mendapatkan nasib akhir hidupnya secara tragis, dulunya pondok tersebut lebih dikenal sebagai tempat liburan untuk para orang-orang yang memiliki sikap menyimpang atau bisa dikatakan orang-orang cabul atau mesum, karena tempat tersebut selalu dipenuhi majalah pornografi.

Legenda Seram Pondok Mesum Mizunami Prefektur Gifu

Ada sebuah legenda urban tentang bangunan tersebut yang menyatakan ada sekelompok orang kelaparan sampai mati, dan membuang majalah erotis di pondok tersebut sehingga menyebabkan hantu muncul. Menurut para saksi mata hantu dikatakan sering muncul jika seseorang mengambil foto ditempat tersebut, beberapa penampakan pernah terjadi termasuk penampakan tubuh penuh, mata merah, bola arwah, wajah yang gelap, dan sebuah bayangan. Karena bangunan terpencil ini memiliki reputasi buruk yang digunakan untuk memuaskan hawa nafsu, sehingga pondok itu diberikan nama julukan ‘Hansel and Gretel’.