Legenda Kepiting Hantu Samurai Heikegani

Seni Budaya Jepang – Jepang memang sebuah negara dengan ratusan kisah mitos yang sangat menarik dan salah satunya adalah legenda kepiting Heikegani si Kepiting Hantu Samurai, kisahnya bermulai dari tragedi peperang besar Dan-No-Ura dimana pernah dibahas sebelumnya pada sebuah artikel Pertempuran Dan-No-Ura di panel history Artforia. Pada kisah tersebut tempat peristiwa memang berada pada selat Shimonoseki yang merupakan peperangan pinggir laut sehingga menyebabkan mitos ini terjadi.

Simak Juga : Legenda Sakaki, Pohon Suci Agama Shinto

artforia.comartforia.comHeikegani merupakan spesies kepiting asli dari Jepang, dengan tempurung yang memiliki pola menyerupai wajah manusia. Menurut cerita rakyat Jepang, kepiting Heikegani mengandung jiwa prajurit samurai Heike yang dibunuh dalam Pertempuran Dan-no-ura pada tahun 1185 M. Bagi pasukan samurai Heike, menyerah kepada musuh bukanlah sebuah pilihan maka mereka yang tidak terbunuh dalam pertempuran akhirnya bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya bersama kaisar mereka Antoku yang lebih dahulu tenggelam lalu terciptalah mitos yang menceritakan tubuh mereka menjadi makanan bagi kepiting heikegani yang terbaring menunggu di dasar laut.

Menurut legenda Jepang, hantu atau jiwa samurai Heike bereinkarnasi ke kepiting Heikegani yang memakan jenazah mereka, wajah marah mereka sekarang terlihat di cangkang kepiting. Sampai hari ini, dikatakan bahwa kepiting Heikegani berkeliaran di kedalaman samudera di sekitar laut Jepang, mencari pusaka yang hilang dari kerajaan mereka.

artforia.comartforia.comCeritanya mitosnya juga berlanjut bahwa samurai Heike yang bereinkarnasi ke dalam kepiting Heikegani ini, menunjukkan kesetiaan mereka kepada klan mereka dengan menampakan topeng kemarahan pada cangkang kepiting Heikegani. Pertarungan Dan-no-ura (Dannoura), yang diabadikan di Heike Monogatari (the Tale of Heike,) adalah momen penting dalam sejarah Jepang karena sebagai titik awal terbentuknya shogun pertama.