Jepang Mulai Khawatirkan Budaya Kerja Yang Berlebihan

Tradisi Budaya Jepang – Masyarakat Jepang memang dikenal sangat rajin bekerja oleh karena itu sampai-sampai rata-rata jam tidur disana hanya 4 jam saja dalam sehari, namun sebenarnya bukan dari pihak pekerja saja yang memang gemar melebihkan porsi jam kerja mereka tetapi beberapa pihak perusahaan di Jepang juga sering menjadwalkan sangat padat jam kerjanya, hal ini membuat tingkat bunuh masyarakat Jepang akibat stress dan pekerjaan cukup meningkat tajam.

Simak Juga : Mengenal Upacara Minum Teh Mine Somi Kubose

artforia.comartforia.comSemakin buruknya kondisi ini tentu membuat pemerintahan Jepang mengambil langkah dan dikabarkan pemerintah sedang mencoba untuk merubah mindset pola kerja yang seperti ini, juru bicara dari gubernur Jepang menyatakan bila “Jepang membutuhkan perubahan dalam kultur kerja dalam jangka waktu yang panjang seperti ini dan lebih memiliki waktu untuk anak-anak, keluarga atau merawat orang tua mereka”. Untuk merubah kultur ini memang tidak bisa tanpa sebuah pergerakan maka dari itu gubernur Jepang sudah mulai bekerja sama dengan para kelompok bisnis akan meluncurkan kampanye “Premium Friday” pada bulan Februari lalu untuk mendorong perusahaan membiarkan pekerja pulang lebih awal pada hari Jumat terakhir setiap bulannya untuk pergi keluar dan bersenang-senang. Namun ada beberapa perusahaan yang mengambil langkah mereka sendiri untuk mengurangi jam kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel.

artforia.comBudaya kerja yang sangat banyak ini memang bagus untuk hal ekonomi tetapi tidak untuk kesehatan dan juga mental para pekerjanya, belum lama ini juga dikabarkan seorang pekerja wanita di Jepang bunuh diri setelah lebih 100 jam lembur di tempat kerjanya, langkah baik juga mulai dilakukan oleh sebuah perushaan Suntory Holdings Ltd dengan memperluas sistem kerjanya dengan menggunakan program kerja dari rumah serta perusahaan Yahoo Japan Corp juga menyatakan memberikan karyawannya untuk dapat bekerja jarak jauh selama 5 kali dalam sebulan. Semoga saja dengan banyaknya perubahan-perubahan sistem kerja seperti ini akan membuat lebih baik kondisi para pekerja di Jepang ya pembaca Artforia.

artforia.com